News

Polisi Gerebek Pabrik Kue Kering, Industri Ini Disegel gara-gara Pakai Telur Busuk

Dari informasi yang diterima, alasan pemilik usaha kue kering itu menggunakan bahan dasar telur busuk karena harganya yang dianggap lebih murah.

Polisi Gerebek Pabrik Kue Kering, Industri Ini Disegel gara-gara Pakai Telur Busuk
Istimewa
ilustrasi garis polisi 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Polisi gerebek Industri kue kering yang melakukan pelanggaran.

Industri kue kering yang berloaksi di Desa Tukum, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur digerebek dan disegel polisi, Selasa (7/1/2020).

Penyegelan dilakukan, karena hasil dari pemeriksaan polisi meenemukan adanya pelanggaran.

Yaitu, pemilik industri berinisial IS menggunakan bahan dasar telur busuk untuk pembuatan kue kering yang dipasarkan.

Setelah Lina Meninggal Dunia, Ternyata Ini Isi Chat WhatsApp (WA) Teddy ke Rizky Febian Anak Sule

"Setelah dilakukan pengecekan memang benar di desa Tukum, Kecamatan Tekung, Kabupaten Lumajang ditemukan rumah produksi kue kering yang menggunakan bahan baku tidak layak konsumsi, yakni telur gagal tetas, sehingga merugikan masyarakat sebagai konsumen," kata Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jatim Kombes Pitra Andrias Ratulangi.

Dari informasi yang diterima, alasan pemilik usaha kue kering itu menggunakan bahan dasar telur busuk karena harganya yang dianggap lebih murah.

Sehingga keuntungan yang diraup dari hasil penjualan bisa lebih banyak.

Banjir Jakarta, Ketika Kata-kata Tak Sesuai Fakta di Lapangan, Anies Berbohong?

Rahasia Kekuatan Kepala hingga Kaki Christiano Ronaldo di Usia 34 Tahun

Tim Polda Jatim menunjukan barang bukti kue bidaran yang menggunakan bahan baku dari telur busuk di rumah industri kue di Lumajang, Selasa (7/1/2020). (ANTARA/Zumrotun).
Tim Polda Jatim menunjukan barang bukti kue bidaran yang menggunakan bahan baku dari telur busuk di rumah industri kue di Lumajang, Selasa (7/1/2020). (ANTARA/Zumrotun).

Lebih lanjut Pitra mengatakan, selain menggunakan bahan dasar yang dapat membahayakan kesehatan masyarakat, usaha yang dijalankan IS juga tidak dilengkapi dengan izin usaha dari Dinas Kesehatan dan BPOM, serta sertifikat halal dari lembaga terkait.

Usaha itu sudah dijalankan IS sejak 2014. Adapun wilayah pemasaran dari produk olahan kering yang dilakukan menyasar ke sejumlah wilayah, seperti Kabupaten Lumajang, Probolinggo, dan Jember.

"Rumah produksi makanan ringan itu beromset puluhan juta per bulannya karena berdasarkan pengakuannya, produksi dilakukan seminggu empat kali dan dalam sekali produksi bisa mendapatkan omset Rp 4,5 juta yang diedarkan di wilayah Tapal kuda," jelasnya.

Akibat perbuatannya itu, IS akan dijerat polisi dengan pasal 35 Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan, dan UU No. 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com

Subscribe Youtube Tribun Manado Official

Editor: Gryfid Talumedun
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved