Selasa, 28 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Film

Berkat Netflix, Film Indonesia Bisa Go Internasional Tanpa Ajang Perlombaan

Bagi para pelaku film Indonesia, Netflix dianggap membantu film Indonesia meluncur di dunia internasional. Sudah tidak perlu melewati ajang perfilman.

Editor: Isvara Savitri
kontan.co.id
Netflix kini mengincar Asia Tenggara termasuk Indonesia. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Kehadiran Netflix tidak hanya memudahkan orang-orang untuk menonton film melainkan juga memberi kesempatan film nasional naik ke kancah internasional.

Hal ini diakui oleh Produser film timo Tjahjanto yang menyutradarai film the Night Come for Us.

"Ketika saya membuat film The Night Come for Us, lalu Sebelum Iblis Menjemput, saya sangat merasakan bahwa Netflix membantu saya untuk terekspos ke dunia internasional. Bukan saya, tapi lebih ke filmnya sendiri," ungkap Timo.

Film yang tayang pada tahun 2018 lalu ini menjadi film original Netflix pertama yang berasal dari Indonesia.

Timo mengaku, sebelum platform digital hadir, jalan menuju dunia internasional hanya bisa ditempuh melalui partisipasi di festival film, yang harus melalui tahap seleksi ketat terlebih dahulu.

Platform digital, kata Timo, memberikan sesuatu yang instan dan gengsi secara bersamaan.

Terutama saat di media sosial, banyak orang-orang dari negara lain membicarakan fim-film Indonesia di Netflix.

"Jadi jelas bahwa Netflix itu menjadi salah satu cara bagi talenta-talenta kita untuk ke dunia luar dan itu saya sangat berterima kasih banyak," ujar Timo.

Tidak hanya mendapatkan perhatian di kancah internasional secara instan, platform digital juga menjadi sumber pendapatan baru bagi para pembuat film.

Timo mengaku penjualan film dari platform digital sangat membantu.

Hal senada juga dikatakan oleh produser film Tabula Rasa, Sheila Timothy.

"Jadi kita tidak hanya mengandalkan pada bisokop saja, tapi juga dari pintu lain," kata Sheila.

Lala, panggilan akrab Sheila, mengatakan bahwa pendapatan dari platform digital kini bahkan menyalip pendapatan dari penayangan film di televisi.

"Padahal kalau 2016 televisi swasta atau televisi tak berbayar jadi penghasilan kedua setelah bisokop, karena OTT (paltform digital over the top) sudah naik," ungkap Sheila saat ditemui di kantor Kemendikbud, Kamis (9/1/2020). 

Lala, yang juga aktif di Asosiasi Produser Film Indonesia (APROFI), mengatakan ada banyak hal yang mendorong peningkatan pendapatan film dari platform digital.

Selain distribusi film yang semakin besar karena semakin banyak platform digital, meningkatnya kecepatan internet dan makin banyaknya pengguna juga ikut mendongkrak hal tersebut.(*)

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved