Kasus pencabulan

Ancam Siswa Tidak Lulus, Seorang Guru SD di Sleman Cabuli 12 Muridnya

Seorang tenaga pendidik SD di Kabupaten Sleman, DIY, ditangkap polisi atas kasus dugaan pencabulan 12 muridnya. Bahkan tersangka mengancam korban.

Ancam Siswa Tidak Lulus, Seorang Guru SD di Sleman Cabuli 12 Muridnya
Harian Rakyat Kaltara - PROKAL.co
Ilustrasi Pencabulan anak

TRIBUNMANADO.CO.ID - Seorang guru SD di kabupaten Sleman berinisial S (48) ditetapkan sebagai tersangka karena mencabuli 12 muridnya, Rabu (8/1/2020).

Hingga kini penyidik berhasil memerika enam dari 12 yang diduga menjadi korban.

"Kalau misalkan diceritakan, S mengancam murid itu tidak akan lulus dan diberikan nilai C. Sehingga kejadian tersebut berulang sampai yang terakhir di perkemahan tanggal 13 Agustus itu," ujar Kanit PPA Polres Sleman Iptu Bowo Susilo, dalam jumpa pers, Selasa (7/1/2020).

Para korban mengaku dicabuli di lingkungan sekolah dan saat kemah.

Tindakan S akhirnya diketahui setelah salah satu korban menceritakan yang dia alami kepada guru lainnya.

Akhirnya, S dilaporkan ke polisi oleh orangtua siswi pada 22 Agustus. Setelah penyidikan yang panjang, S ditetapkan sebagai tersangka.

Dari hasil pemeriksaan, korban mengalami cemas, sedih, dan ada perasaan ketakutan yang berlebih.

"Motif pelaku ini untuk kepuasan diri. Dia juga sudah punya anak dan istri," ujar dia.

S diancam dengan Pasal 82 UU RI No 17 tahun 2016 tentang perlindungan anak dengan ancaman penjara minimal 5 tahun dan maksimal 15 tahun.

"Karena tersangka ini adalah tenaga pendidik, sehingga ancaman hukumanya diperberat di Pasal 82 ayat 2, sebanyak sepertiganya," ujar Bowo.(*)

Editor: Isvara Savitri
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved