Pilgub Sulut 2020, Ketua PKS Singgung 'Pelukan Kebangsaan' Surya Paloh dan Sohibul Iman

Agar bisa mengusung Saafa mengatakan, PKS tentu harus koalisi, itapi saat ini PKS belum menentukan

Pilgub Sulut 2020, Ketua PKS Singgung 'Pelukan Kebangsaan' Surya Paloh dan Sohibul Iman
ISTIMEWA
Syarifudin Saafa 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tak ingin hanya jadi pengembira di Pilgub 2020.

Meski bermodal 1 kursi DPRD Sulut, PKS tetap ingin terlibat mengusung Calon Gubernur

"Kita ingin menghadirkan pemimpin yang memberi kesejahteraan masyarakat, " kata Sarifuddin Saafa, Ketua DPW PKS Sulut kepada tribunmanado.co.id, Rabu (8/1/2020).

Agar bisa mengusung Saafa mengatakan, PKS tentu harus koalisi, itapi saat ini PKS belum menentukan

"Masih ada waktu, kita masih komunikasi, di internal PKS muaranya tetap di pusat, sampai dapat rekom dan SK dari DPP, " kata dia.

Partai mana saja yang berpeluang koalisi, Saafa menyinggung Nasdem

"Kalau di Jakarta ada pelukan kebangsaan antara presdien PKS dan Ketua Umum Nasdem," ujarnya.

Pelukan Kebangsaan dimaksud yakni momen ketika Surya Paloh Ketua Umum Nasdem bertemu dengan Presiden PKS Sohibul Iman yang berlanjut pelukan kedua tokoh ini, belakangan dinamai pelukan kebangsaan.

Tapi kata Saafa, Politik tetap dinamis, ia mengakui punya hubungan dan komunikasi baik juga dengan PDIP. 

Penulis: Ryo_Noor
Editor: Finneke Wolajan
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved