Berita Terkini

Nama Ketua KPK Disebut di Sidang Dugaan Suap Bupati

Nama Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK) Firli Bahuri disebut dalam persidangan dugaan suap 16 proyek jalan dengan terdakwa Bupati nonaktif.

Nama Ketua KPK Disebut di Sidang Dugaan Suap Bupati
KPK
KPK 

TRIBUNMANADO.CO.ID, PALEMBANG - Nama Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK) Firli Bahuri disebut dalam persidangan dugaan suap 16 proyek jalan dengan terdakwa Bupati nonaktif Muara Enim, Ahmad Yani di Pengadilan Tipikor Palembang, Sumatera Selatan, Selasa (7/1).

Nama Firli muncul saat kuasa hukum Yani, Maqdir Ismail menyampaikan nota keberataan atau eksepsi atas dakwaan jaksa di persidangan.

Dalam eksepsi yang dibacakan dihadapan majelis hakim, kuasa hukum Ahmad Yani menyebut adanya rencana penyerahan uang sebesar 35 ribu dolar AS dari terdakwa penyuap Evelyn MZ Muchtar kepada Firli Bahuri selaku Kapolda Sumatera Selatan saat itu. Hal itu terungkap dalam hasil sadapan KPK yang tertuang di berita acara pemeriksaan (BAP) Evelyn.

Rencana pemberian uang itu adalah inisiatif terdakwa Evelyn dan belum diketahui motifnya.

"BAP hanya menerangkan percakapan antara Elvyn dan kontraktor Robi bahwa Elvyn akan memberikan sejumlah uang ke Firli Bahuri, sementara Firli tidak pernah dimintai konfirmasi apakah benar dia menerima uang atau tidak," ujar Maqdir.

Uang ini diketahui ikut menjadi bukti ketika Robi Okta Fahlevi dan Evelyn MZ Muchtar terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) KPK pada 2 September 2019 lalu.

Namun, pemberian uang itu tidak terlaksana. Sebab, Erlan yang merupakan keponakan dari Firli Bahuri, secara tegas menolak iming-iming terdakwa Evelyn MZ Muchtar dengan cara memutus komunikasi.

Maqdir mempertanyakan tidak adanya pendalaman atas hal itu. Mahdir berujar, seharusnya antara penegak hukum seperti KPK dan kepolisian memiliki sinergi untuk dapat saling berkoordinasi.

"Tapi, pertanyaannya, kenapa tidak ada upaya dari KPK untuk meminta konfirmasi kepada pihak-pihak yang namanya disebut dalam keterangan itu. Bahkan Firli Bahuri juga tidak dimintai konfirmasi," ujarnya.

Dalam sidang kedua dengan agenda membacakan eksepsi tersebut, Maqdir menegaskan bahwa Ahmad Yani tidak berniat meminta komitmen fee sebesar Rp 22 Miliar dari kontraktor Robi Pahlevi.

Halaman
12
Penulis: reporter_tm_cetak
Editor: Rizali Posumah
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved