Kasus Reynhard Sinaga Sudah Sejak 2017, KBRI London Ungkap Alasan Kenapa Tak Publikasi Kasus Ini

Saat itu pihaknya dihubungi oleh kepolisian Inggris. KBRI pun langsung melakukan pendampingan hukum pada Reynhard sejak saat itu.

Kolase TribunManado
Reynhard Sinaga divonis hukuman seumur hidup 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Proses hukum Kasus Reynhard Sinaga di Inggris telah berjalan sejak 2017, hal itu menimbulkan pertanyaan mengapa baru terungkap setelah Reynhard divonis.

Menjawab pertanyaan tersebut, Minister Counsellor bidang Penerangan dan Sosial Budaya KBRI London Thomas Siregar menyampakan tidak adanya pemberitaan terkait proses perjalanan sidang Reynhard lantaran keputusan pengadilan.

Thomas menambahkan, pengadilan menetapkan bahwa kasus Reynhard ini sensitif dan melibatkan banyak korban yang tidak bersalah.

"Jadi kita diminta untuk tidak mempublikasikan sebelum ada putusan yg jelas, yg definitif oleh hal ini," terang Thomas saat diwawancarai dalam program Sapa Indonesia Malam yang diunggah di kanal Youtube Kompas TV, Selasa (7/1/2020).

Oleh karena itu, KBRI pun menghormati keputusan pengadilan.

"Jadi selama ini bukannya kita menutupi tapi kita justru menghormati keputusan pengadilan ya, menetapkan untuk tidak mengkomunikasikan masalahnya," kata Thomas.

Sebelumnya, Thomas menuturkan KBRI London telah mengetahui kasus Reynhard Sinaga sejak Juni 2017.

Thomas mengatakan, saat itu pihaknya dihubungi oleh kepolisian Inggris.

KBRI pun langsung melakukan pendampingan hukum pada Reynhard sejak saat itu.

"Kita langsung menghubungi keluarganya dan juga menghadirkan pengacara," jelas Thomas.

Halaman
1234
Editor: Finneke Wolajan
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved