Berita Terkini

Indonesia Tambah Kekuatan: Empat Pesawat Tempur F-16 Dikirim ke Natuna

Deru mesin pesawat tempur F-16 "Fighting Falcon" membahana di hanggar Skadron Udara (Skadud) 16 Pangkalan Udara (Lanud) Roesmin Nurjadin, Pekanbaru.

Indonesia Tambah Kekuatan: Empat Pesawat Tempur F-16 Dikirim ke Natuna
Tribun Manado/ANDREAS RUAUW
Ilustrasi: Sebuah pesawat tempur tipe F-16 milik Indonesia. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, PEKANBARU - Deru mesin pesawat tempur F-16 "Fighting Falcon" membahana di hanggar Skadron Udara (Skadud) 16 Pangkalan Udara (Lanud) Roesmin Nurjadin, Pekanbaru, Riau, Selasa (7/1) pukul 10.20 WIB.

TNI Angkatan Udara mengirimkan empat unit F-16 ke wilayah Natuna, Kepulauan Riau, untuk melaksanakan operasi patroli pengamanan kedaulatan RI pasca-kapal coast guard dan kapal nelayan China menerobos Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) Indonesia, di perairan Natuna.

Selain itu, TNI AU juga menerjunkan puluhan personel ke Natuna. Mobilisasi tersebut atas perintah Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto.

Komandan Lanud Roesmin Nurjadin, Marsma TNI Ronny Irianto Moningka menuturkan, empat unit pesawat F-16 itu akan melaksanakan operasi khusus dengan sandi 'Lintas Elang 20'.

"Sesuai dengan perintah Panglima TNI, bahwa terhitung mulai hari ini, Lanud Roesmin Nurjadin, khususnya dari Skadron 16 dilibatkan dalam melaksanakan Operasi Lintas Elang 20," ungkapnya usai memimpin apel gelar persiapan di Roesmin Nurjadin.

Dia menuturkan, pada dasarnya operasi ini adalah operasi rutin yang dilaksanakan jajarannya di wilayah Barat Indonesia. Namun, kali ini operasi mereka digeser ke wilayah Natuna sebagaimana perintah Panglima TNI.

Empat pesawat F-16 yang diberangkatkan dengan enam pilot itu akan didukung satu set pendukung ground crew (kru darat) sebanyak 60 orang. "F-16 ini akan dikirim langsung ke Pangkalan TNI AU Raden Sadjad di Natuna," tuturnya.

Ronny berpesan kepada para personel yang terlibat dalam operasi ini agar melaksanakan tugas dengan penuh tanggungjawab, memahami aturan dan standar operasi prosedur, termasuk hukum internasional hasil Konvensi PBB tentang hukum laut, yakni United Nations Convention for the Law of the Sea (UNCLOS) pada 1982.

Selain itu disebutkan Ronny, para personel ini juga diharapkan bisa berkoordinasi dengan Satuan samping yang sudah berada di garis depan, seperti TNI Angkatan Laut, dan lain-lain.

"Siapkan diri sebaik mungkin, ingat jangan membuat provokasi. Tugas kita adalah pengamanan wilayah kedaulatan Indonesia. Perhatikan keselamatan terbang," ucapnya.

Halaman
123
Penulis: reporter_tm_cetak
Editor: Rizali Posumah
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved