Nasional

Pernyataan Tegas Moeldoko Mengenai Natuna, Minta China Jangan Coba-Coba Menganggu Indonesia

Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko meminta China jangan sembarangan mengklaim wilayah. Dia juga minta China jangan coba-coba dengan Indonesia.

Tribunnews.com/ Rina Ayu
Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko saat ditemui di Kantor Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) Republik Indonesia, Jakarta Pusat, Senin (6/1/2019) 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Penyampaian tegas disampaikan Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko terkait Natuna. Dia menyebut tidak ada yang namanya berunding karena memang itu adalah wilayah Indonesia.

Menurut Moeldoko, China jangan sembarangan mengklaim wilayah. Sembilan garis putus atau Nine dash line yang digunakan China untuk mengklaim Natuna tidak diakui internasional.

Moeldoko kemudian meminta China jangan main-main dengan Indonesia.

Pernyataan tersebut disampaikan Moeldoko dalam acara Apa Kabar Indonesia Malam yang kemudian diunggah di kanal YouTube Talk Show TVOne, Senin (6/1/2020).

"Nine dash line itu tidak diakui oleh arbitrasi internasional. Kita tidak perlu berunding, nggak ada kata-kata rundingan," tegas Moeldoko.

Moeldoko menyebut tidak ada pembagian wilayah di perairan Natuna.

Tak hanya itu, saat Moeldoko menjadi Panglima TNI, dirinya pernah menanyakan langsung kepada China soal split area.

"Untuk itu saya yakinkan pada saat jadi panglima kepada China 'anda punya split area nggak, dia katakan tidak," kata Moeldoko.

Lebih lanjut, Moeldoko menceritakan pengalamannya saat menemukan pelanggaran yang dilakukan nelayan China.

"Kita tangkap waktu itu, akhirnya duta besar China telepon ke saya 'mohon panglima kapal ini bisa dilepas', ntar dulu tidak semudah itu," papar Moeldoko.

Halaman
1234
Editor: Handhika Dawangi
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved