Berita Manado

Kantor Imigrasi Manado Tolak 10 Orang Asing Sepanjang Tahun 2019

Tindakan penolakan terakhir dilakukan Kantor Imigrasi Manado pada 21 Desember 2019 di Bandara Internasional Sam Ratulangi Manado.

Kantor Imigrasi Manado Tolak 10 Orang Asing Sepanjang Tahun 2019
Istimewa/Kanim Manado
Kantor Imigrasi Manado menolak seorang warna negara asing pemegang paspor Inggris Raya tanpa visi di Bandara Sam Ratulangi Manado, 21 Desember 2019 

 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Kantor Imigrasi Klas I Manado menolak 10 orang asing di sepanjang tahun 2019.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Manado, Montano Rengkung mengatakan, dari 10 warga yang ditolak itu, 9 di antaranya Warga Negara Tiongkok. Satu lagi, WN Inggris Raya.

Montano dalam keterangan tertulisnya menjelaskan, dari 10 warga negara asing yang ditolak, sembilan di antaranya karena berbagai alasan.

Berdasar penilaian dalam wawancara pejabat Imigrasi. "Seorang lagi karena tak memiliki visa," ujar Montano, Selasa (07/01/2020).

Tindakan penolakan terakhir dilakukan Kantor Imigrasi Manado pada 21 Desember 2019 di Bandara Internasional Sam Ratulangi Manado.

Seorang penumpang Silk Air dari Singapura atas nama Chung Chang Kuen tidak memiliki visa masuk Indonesia.

Petugas pemeriksa di konter menemukan bahwa
yang bersangkutan menggunakan dokumen perjalanan British National (Overseas) sehingga
diwajibkan memiliki visa untuk masuk wilayah Indonesia.”

Dalam kasus terakhir di tahun 2019 ini, ketentuan  keimigrasian Indonesia mengelompokkan 5 (lima) dokumen perjalanan orang asing dari
Golongan British Citizens yang wajib memiliki visa untuk masuk wilayah Indonesia.

Lima golongan itu, British Overseas Territories Citizen; British National (Overseas); British Overseas Citizens; British Subject; dan British Protected Person.

Selain menolak warga negara yang tak punya dokumen keimigrasian lengkap, Kantor Imigrasi juga mengenakan biaya beban kepada Maskapai Silk Air atas temuan tersebut.

"Pihak Silk Air sebagai penanggung jawab alat angkut yang menangkut penumpang bermasalah tersebut telah dilakukan pemeriksaan oleh penyidik keimigrasian dan selanjutnya dilakukan proses pengenaan biaya beban dan kewajiban membawa kembali penumpang keluar wilayah Indonesia," jelasnya.

Biaya beban merupakan bagian dari penegakan hukum keimigrasian yang terdiri dari Pro Justitia dan Tindakan Administratif Keimigrasian atau TAK.

Pengenaan biaya beban adalah 1 dari 7 jenis TAK (Tindakan Administratif Keimigrasian) yang dapat dijatuhkan kepada orang asing. Biaya beban yang harus dibayarkan oleh Silk Air sejumlah Rp 50 juta dan disetorkan melalui bank ke negara sebagai Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP).

Keputusan TAK telah  disampaikan ke Silk Air Manajer Sulut pada Senin (06/01/2020)  dan Silk Air telah menyanggupi untuk melakukan pembayaran dalam periode yang ditentukan selama 14 hari kedepan.

Ditambahkan Montano, penolakan masuk orang asing dan pengenaan biaya beban ini juga
menjadi 'warning' bagi maskapai lain yang melayani rute internasional di Bandara Samrat Manado agar
lebih hati-hati dalam membawa penumpang ke wilayah Indonesia.

“Untuk diketahui bahwa sepanjang tahun 2019, petugas Imigrasi telah menolak masuk 10 orang asing dengan berbagai alasan. Untuk itu perlu menjadi perhatian bagi setiap maskapai agar memeriksa dengan seksama setiap penumpang saat hendak berangkat dari bandara asal," katanya.

Menurutnya, perlu diteliti lebih lanjut terkait paspor dan visa yang dimiliki. Selain itu, guna meningkatkan koordinasi
dan sinergitas diantara Imigrasi dan para maskapai, telah dilakukan juga rapat koordinasi pada 27 September 2019 yang didalamnya membahas teknis pemeriksaan keimigrasian sehingga diharapkan kasus yang dialami Silk Air tidak terulang kembali.

Kepala Subseksi Pemeriksaan Keimigrasian Kantor Imigrasi Manado, Kenneth Rompas menjelaskan,  petugas Imigrasi menjalankan tugas pemeriksaan keimigrasian di bandara sesuai amanat UU.

"Hal ini untuk menjamin bahwa orang asing yang masuk wilayah Indonesia sesuai ketentuan perundang-undangan," kata Kenneth.

Apa yang dilakukan petugas Imigrasi Bandara Samrat sesuai ketentuan pasal 13 UU No. 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian yakni menolak orang asing masuk wilayah Indonesia dalam hal orang asing tersebut tidak memiliki visa.(ndo)

Adik Syahrini, Aisyahrani menyukai unggahan foto Raffi Ahmad bersama Luna Maya dan Ryochin
Adik Syahrini, Aisyahrani menyukai unggahan foto Raffi Ahmad bersama Luna Maya dan Ryochin (Instagram @raffinagita1717)

TONTON JUGA

 

Penulis: Fernando_Lumowa
Editor: Chintya Rantung
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved