Helikopter Kepala BNPB Gagal Terbang

Cerita Kepala BNPB dan Rombongan Selamat dari Kecelakaan Heli

Kecelakaan udara sempat mewarnai kunjungan Kepala Badan Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Doni Monardo ke Tahuna.

Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Lodie_Tombeg
Tribun Manado / Jufry Mantak
Kepala BNPB Letjen TNI Doni Monardo menginap di rumah dinas Bupati Sangihe 

Rombongan Kepala BNPB membatalkan penerbangan dan memutuskan untuk bermalam di Kabupaten Sangihe. Rencana akan kembali Selasa (7/1/2020) pagi menggunakan pesawat komersil ke Kota Manado lanjut menuju Jakarta. Saat ini, crew heli masih melaksanakan pemeriksaan kondisi heli.

Banyak bantuan
Kepala BNPB Letjen TNI Doni Monardo menyerahkan bantuan Rp 500 juta kepada korban banjir dan tanah longsor saat memantau situasi di Desa Lebo, Kecamatan Manganitu, Senin (6/1/2020).

Demikian dikatakan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sulut Joi Oroh. "Iya evakuasi itu kan sudah ditemukan jenazah kemarin dan total ada tiga korban meninggal dunia," kata Joi.

Kata Kepala BPBD Sulut, bantuan banyak yang datang. "Kalau bantuan-bantuan kan dari provinsi sudah, dari kabupaten sudah hampir semua, banyak (bantuan) datang," ucapnya.
Ia menjelaskan, bantuan juga banyak datang dari BUMN maupun BUMD untuk masyarakat yang terdampak banjir Sangihe.

"Terus ada kunjungan dari Kepala BNPB dan jadi ada bantuan," tutur Joi. Lanjut dia, bantuan dari BNPB senilai Rp 500 juta. "Sekarang itu lagi kerja bakti dan kondisi kondusif serta masyarakat membantu bersih-bersih," jelasnya.

10 Makanan dan Minuman yang Sebaiknya Dihindari Penderita Asam Lambung

Dia mengimbau kepada masyarakat lebih berhati-hati. "Kepada masyarakat yang tinggal di daerah rawan bencana untuk lebih berhati-hati," kata Joi. Ia menambahkan, kemungkinan nanti akan ada rapat teknis yang akan dipimpin oleh Bupati Kepulauan Sangihe Jabes Ghagana.

"Untuk apa namanya tindakan selanjutnya, mungkin ada yang bisa direlokasi kalau memang sudah tinggal pasti di daerah yang rawan sekali ya kan," jelasnya.

Ketua Cabang Bhayangkari Polres Sangihe Ingin Anak-anak di Desa Lebo Bisa Kembali Bahagia.
Ketua Cabang Bhayangkari Polres Sangihe Ingin Anak-anak di Desa Lebo Bisa Kembali Bahagia. (Tribun Manado/Jufry Mantak.)

Ramai-ramai Bersihkan Sekolah

Belum ada kegiatan belajar mengajar di daerah bencana Kabupaten Kepulauan Sangihe. Seperti di SD GMIS Betani Lebo, Senin (6/1/2020). Gedung sekolah dibersihkan oleh para murid, guru-guru dan relawan. Terlihat bagian ruangan di enam kelas sudah bersih disapu. Setiap bangku dan meja dijemur di halaman sekolah.

Marlintje Gantohe (51), Kepala SD GMIS Betani mengatakan, belum bersekolah karena keadaan belum pulih total. "Saya sudah perintahkan sama guru-guru, hari ini biar belum pakai seragam dinas karena masih akan membersihkan sekolah," kata Marlintje.

Ia katakan, di SD ini mempunyai siswa 62 orang. Kepsek bilang, belum ada perintah dari atasan untuk meliburkan sekolah dengan adanya bencana yang menimpa Lebo. "Sampai sekarang belum ada perintah dari atasan untuk diliburkan karena bencana ini," ucapnya.

Kata Kepsek, kemungkinan besok para guru dan murid masih akan membersihkan dan mengatur ruangan. "Kepala dinas pendidikan sudah datang dan mengambil data anak-anak dan akan memberikan bantuan kepada mereka yang sudah tidak ada seragam dan kebutuhan sekolah," ucapnya.

Menurutnya, akan berkoordinasi dengan dinas, karena sekolah ini sudah kedua kalinya terkena bencana dan kondisi bangunan sudah retak dan rapuh. Guru di SD ini berjumlah sembilan orang, lima PNS, tiga honor dan satu operator.

Marsya Laumbure (12) mengatakan ada beberapa ibu-ibu dan guru-guru bersama teman-temannya baru selesai membersihkan sekolah. Merlin Gagaube (10) kelas lima, mengaku belum ada pemberitahuan akan sekolah kapan.

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved