Breaking News:

Banjir dan Longsor di Sangihe

Ketua Cabang Bhayangkari Polres Sangihe Ingin Anak-anak di Desa Lebo Bisa Kembali Bahagia

Ketua Cabang Bhayangkari Polres Kepulauan Sangihe Ny Rosdiana Sudung Napitu, ikut bersedih, melihat keadaan anak-anak di Desa Lebo.

Penulis: | Editor: Rizali Posumah
Tribun Manado/Jufry Mantak.
Ketua Cabang Bhayangkari Polres Sangihe Ingin Anak-anak di Desa Lebo Bisa Kembali Bahagia. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Ketua Cabang Bhayangkari Polres Kepulauan Sangihe Ny Rosdiana Sudung Napitu, ikut bersedih, melihat keadaan anak-anak di Desa Lebo, khususnya yang terkena bencana banjir bandang dan tanah longsor, 3 Januari 2020 lalu.

Terlihat, Senin (6/1/2020) tadi, Bhayangkari Polres Kepulauan Sangihe, dipimpin Ketua Cabang Bhayangkari Kepulauan Sangihe, mendatangi lokasi bencana banjir bandang dan tanah longsor di Desa Lebo, Kecamatan Manganitu.

Di sana, ibu-ibu Bhayangkari ini, menghibur anak-anak TK dan SD, yang belum bisa masuk sekolah, karena seragam sekolah dan gedung sekolah mereka terkena banjir bandang.

Di dalam gedung GPdI Solagratia Lebo, Ketua Cabang Bhayangkari Polres Kepulauan Sangihe, bersama anggotanya, menghibur anak-anak tersebut, dari bergambar bersama, mewarnai gambar sampai bernyanyi melingkar bersama.

Saat bernyanyi bersama, terlihat anak-anak tersebut tersenyum, ada yang teriak sambi bernyanyi.

Kepada awak media, Ketua Cabang Bhayangkari Polres Kepulauan Sangihe, mengatakan, hal itu dilakukan mereka, untuk menanangkan pikiran para anak-anak.

"Kami berharap juga, melalui kegiatan ini, anak-anak ini bisa kembali pulih dari trauma, pasca bencana banjir bandang dan tanah longsor di Desa Lebo," katanya.

Lanjutnya, semoga dengan mengikuti kegiatan ini, anak-anak akan kembali ceria.

"Harus semangat menjalani hidup ini, dan melupakan semua musiba yang menimpa mereka beberapa hari kemarin di Desa Lebo," harapnya. (Juf)

Trauma Healing

Tim Trauma Healing Polda Sulut bersama Bhayangkari Cabang Polres Kepulauan Sangihe, melakukan kegiatan Trauma Healing.

Khususnya terhadap para anak-anak korban bencana banjir bandang dan tanah longsor di Desa Lebo, Kecamatan Manganitu, Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara, Senin (06/01/2020).

Kegiatan tersebut dipimpin Iptu Marcianu Runtu, bersama Ketua Cabang Bhayangkari Polres Kepulauan Sangihe Ny Rosdiana Sudung Napitu dan Kapolres Kepulauan Sangihe AKBP Sudung Ferdinan Napitu.

Terlihat, kegiatan yang dilaksanakan di gedung GPdI Solagratia Lebo, dimulai dari menggambar, mewarnai dan bernyanyi bersama, sampai membuat para anak-anak dari korban bencana banjir bandang dan tanah longsor itu terlihat bergembira.

Meski kegiatan di Sekolah untuk sementara dihentikan karena bencana, anak-anak tersebut, terlihat sangat senang, ketika mengikuti kegiatan Trauma Healing.

Dikatakan Kapolres Kepulauan Sangihe, kegiatan ini memang sudah disiapkan saat terjadinya bencana di mana-mana.

Banjir Bandang di Sangihe, Sekolah Diliburkan, Kapolres dan Bhayangkari Hibur Para Anak Kecil
Banjir Bandang di Sangihe, Sekolah Diliburkan, Kapolres dan Bhayangkari Hibur Para Anak Kecil (TRIBUN MANADO/JUFRY MANTAK)

"Kegiatan ini kita lakukan dari Polda Sulut dan Polres Kepulauan Sangihe, dan juga Bhayangkari, untuk mengobati traumatik, khususnya kepada anak-anak yang terkena bencana di Desa Lebo," katanya.

Lanjut Kapolres, semoga kegiatan ini, dapat memulihkan trauma anak-anak yang melihat peristiwa bencana ini.

"Harapannya, setelah mengikuti kegiatan ini, para anak-anak bisa kembali beraktivitas seperti semula, dan apa yang baru terjadi, bisa mereka lupakan," jelas Kapolres.

(Tribunmanado.co.id/Jufry Mantak)

Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved