Ekonomi

Inflasi Sulut di 2019 Terjaga, Ini Kata Kepala Perwakilan BI Sulut

Inflasi Sulut pada tahun 2019 tercatat di angka 3,52 persen (tahun kalender maupun year on year).

Tribun Manado/Fernando Lumowa
Kepala Kantor Perwakilan BI Sulut, Arbonas Hutabarat 

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Inflasi Sulut pada tahun 2019 tercatat di angka 3,52 persen (tahun kalender maupun year on year).

Dengan angka itu, artinya inflasi Sulut masih berada pada rentang sasaran inflasi 3,5±1 persen (yoy).

Kepala Perwakilan BI Sulut, Arbonas Hutabarat mengatakan, salah satu langkah strategis yang dilakukan dan berhasil mengendalikan inflasi ialah Operasi Pasar khusus tomat sepanjang Desember 2019.

Operasi pasar ini mengantisipasi lonjakan harga tomat sebagai salah satu komoditas penyumbang inflasi utama.

Dimana, akibat lonjakan harga tomat dan cabai rawit, Sulut inflasi pada Januari, Mei, Juni, Oktober dan November.

Banjir Genangi Lapangan Sparta Tikala, Kepala BPBD: Pasti karena Sampah

Kerugian Sekitar Rp 750 Miliar, Investasi Bodong Via Aplikasi Mimiles Diungkap Polda Jatim

"Dampaknya, Sulut dapat menjadi kota dengan deflasi terdalam di Indonesia setelah pada bulan sebelumnya tercatat sebagai kota dengan inflasi tertinggi," katanya, Jumat (03/01/2020).

Namun mengingat Operasi Pasar merupakan tindakan yang bersifat jangka pendek.

Katanya, untuk menjaga inflasi Sulut di kemudian hari, dari sisi produksi, perlu ada reformasi kelembagaan pertanian, pengaturan pola tanam serta kerja sama antar-daerah akan terus digencarkan dari awal tahun.
"Dari sisi permintaan, efisiensi struktur harga dan pengelolaan ekspektasi masyarakat serta perbaikan pola distribusi juga akan menjadi perhatian kami di tahun 2020," ujarnya.(ndo)

Hanya karena Uang 20 Ribu Dipakai Istri Bayar Cicilan Lemari, Suami Aniaya Istrinya Pakai Benda Ini

Penulis: reporter_tm_cetak
Editor: David_Kusuma
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved