Berita di Minut

Penjelasan Kapolres Minut soal Dugaan Pemalsuan Ijazah Wakil Ketua DPRD yang Juga Anak Bupati

Kapolres Minut AKBP Grace Rahakbau mengatakan pihaknya sudah menyerahkan kasus tersebut ke Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Penjelasan Kapolres Minut soal Dugaan Pemalsuan Ijazah Wakil Ketua DPRD yang Juga Anak Bupati
istimewa
Kapolres Minahasa Utara AKBP Grace Rahakbau 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Kapolres Minahasa Utara AKBP Grace Rahakbau SIK MSi mengungkapkan perkembangan kasus dugaan ijazah palsu oleh Wakil Ketua DPRD Kabupaten Minut dari Partai Nasional Demokrat (NasDem) SGR yang juga anak Bupati Minut. 

Kapolres Minut AKBP Grace Rahakbau mengatakan pihaknya sudah menyerahkan kasus tersebut ke Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Pihaknya memberi kesempatan kepada KPU Minut untuk melakukan pemeriksaan administrasi terhadap SGR apakah dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2020, yang bersangkutan akan menggunakan ijazah palsu atau tidak.

SGR sendiri telah mendaftar ke Partai NasDem sebagai bakal calon Bupati Minut.

“Kalau memang Shintia Rumumpe, mau maju dalam Pilkada, kami tidak mau jadi pemadam kebakaran. Silahkan KPU periksa berkasnya.

Kalau dinyatakan real kami nyatakan real. Kalau KPU nyatakan itu ada kesalahan atau kepalsuan disana maka kami selidiki. Artinya, ada komunikasi yang baik antara kami dan KPU,” kata Grace pada Kamis (2/1/2020).

“Kasus itu masih ada, tapi kami akan tindaklanjuti ketika ada perkembangan,” ujar Grace.

 Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Minut Connection Noldy Awuy mempertanyakan kinerja Polres Minut terkait pengembangan kasus yang dilapor sejak tanggal 30 September 2019 silam.

“Sejak ada pergantian Kapolres Minut yang baru kepada ibu Grace Rahakbau, kasus ini tidak ada kelanjutan,” kata Awuy.

SGR diperkarakan karena ijazah SMU Pelita 3 Pulo Gadung Jakarta Timur, yang dimasukannya dalam pencalonan DPRD Minut periode 2014-2019 diduga palsu.

Menurut Awuy, pihaknya telah melaporkan kejadian ini kepada Polres Minut untuk diproses pidana, dengan bukti pelaporan nomor: STPL/666/IX/2019/SLT/Res.Minut, tanggal 30 September 2019.

“Kami menerima laporan dari masyarakat dan setekah kami telusuri di sekolah itu, kami dapati ijazah terlapor tahun 1999 berbeda dengan ijazah yang diterbitkan sekolah itu di tahun yang sama. Baik nomor induk dan penulisan, sangat berbeda jauh,” ujar Awuy.

Awuy mengatakan, ada juga surat pernyataan dari kepala sekolah bahwa tidak ada nama SGR dalam daftar siswa SMU Pelita 3 Pulo Gadung Jakarta Timur.

“Ada surat pernyataan dari kepala sekolah. Dan menjelaskan apabila yang bersangkutan merasa keberatan, maka bisa datang ke sekolah SMA dengan membawa ijazah asli,” kata Awuy.

Atas dugaan penggunaan ijazah palsu, Minut Connection melaporkan SGR yang kini menjadi anggota DPRD Minut dengan tiga dugaa yakni , yaitu penipuan, pemalsuan dan korupsi.

Penulis: Ferdinand_Ranti
Editor: Aldi Ponge
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved