Pengelolaan APBD Terendah se-Sulut, Bupati Sehan Landjar Tekan Angka Kemiskinan

Bupati Boltim Sehan Landjar berkata Pemkab Boltim selalu memberi prioritas pada belanja publik.

Pengelolaan APBD Terendah se-Sulut, Bupati Sehan Landjar Tekan Angka Kemiskinan
Istimewa
Pengelolaan APBD Terendah se-Sulut, Bupati Sehan Landjar Tekan Angka Kemiskinan 
TRIBUNMANADO.CO.ID - Pengelolaan APBD Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bolaang Mongondow Timur (Boltim) paling kecil di antara 15 kabupaten/kota.

Meski demikian Pemkab Boltim selalu memberi prioritas pada belanja publik.

Hal tersebut disampaikan Bupati Boltim Sehan Salim Landjar.

Menurut Eyang sapaan akrab Bupati Boltim pihaknya memberi prioritas pada belanja publik yakni 55%-65% untuk belanja langsung, dan 35%-45% untuk belanja tidak langsung atau biaya operasional, gaji dan tunjangan PNS/THL.

“Kebijakan penganggaran berorientasi pada pengentasan kemiskinan, sehingga walaupun daerah baru seumur jagung, Boltim telah banyak menorekan hasil yang signifikan,” ujarnya.

Lanjutnya, sebagai contoh presentase penduduk miskin pada tahun 2018 berada pada urutan 12 terendah yakni 4.300 jiwa (6.03%) atau masuk 4 besar kabupaten kota di Sulut penduduk miskin terendah.

“PDRB perkapita kita terus mengalami kenaikan, pada tahun 2018 PDRB perkapita atas dasar harga berlaku (ADHB) sebesar 36,75 juta rupiah,” ujarnya.

Menurutnya prioritas dan keprihatinan juga adalah penduduk yang belum memiliki rumah tinggal, sehingga  beberapa tahun terakhir melalui Dinas Sosial telah dibangun ribuan RTLH yang tersebar di beberapa desa, dengan target akan rampung pada tahun 2029 nanti.

Oleh karena keterbatasan anggaran pemerintah daerah, sehingga anggaran pengadaan tanah di beberapa tempat untuk dibangun RTLH bagi penduduk miskin berasal dari kantong pribadi Sehan Landjar sendiri.

“Saya bupati yang belum pernah jalan-jalan keluar negeri walaupun sudah 9 tahun sebagai bupati, bahkan ke Jakarta saja saya dapat di hitung dengan jari dalam setahun, hal ini saya lakukan karena masih banyak rakyat saya belum memiliki rumah bahkan tidak mempunyai tanah untuk di bangun rumah, sehingga lebih bermanfaat apabila anggaran perjalanan saya, di geser untuk tambahan pembangunan rumah bagi warga yang tidak mampu,” ucap eyang sapaan akrab Sehan Landjar.

Meskipun masih banyak juga yang belum terwujud karena dengan keterbatasan anggaran penerintah. Namun dirinya berupaya agar rakyat miskin bisa memiliki tanah, rumah sendiri, di negeri sendiri,  dapat tidur nyenyak karena kenyang tidak kelaparan. (ana)

Penulis: Siti Nurjanah
Editor: Maickel_Karundeng
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved