RHK Senin 30 Desember 2019

RENUNGAN HARIAN KELUARGA - Pujilah Tuhan, Muliakanlah Dia

KETIKA kita menyanyi bagi Tuhan, maka kita akan memuji Dia. Nyanyian pujian ini adalah ungkapan hati dan perasaan

RENUNGAN HARIAN KELUARGA - Pujilah Tuhan, Muliakanlah Dia
Netralnews.com
Alkitab 

Mazmur 96:2

KETIKA kita menyanyi bagi Tuhan, maka kita akan memuji Dia. Nyanyian pujian ini adalah ungkapan hati dan perasaan, permohonan, kesaksian tentang kasih-Nya dan penyataan tekad kita untuk mengiring Dia sebagai Tuhan dan Juruselamat dunia.

Foto Ilustrasi menggenggam Alkitab
Foto Ilustrasi menggenggam Alkitab (http://bit.ly/2mRDqtj)

Umat Israel selalu mengangkat pujian syukur kepada Allah dalam bentuk nyanyian yang sering diiringi dengan alat musik antara gambus, kecapi, rebana dan sebagainya.

Hal ini dilakukan untuk menyenangkan hati Allah dan memuliakan nama-Nya yang tinggi luhur, agung dan mulia. Nyanyian pujian ini juga dilakukan untuk menyatakan dan mengabarkan kedahsyatan kasih Allah atas umat Israel yang telah mendatangkan keselamatan bagi mereka di setiap detak jantung dan helaan nafas kehidupan mereka.

Inilah yang diungkapkan dalam firman Tuhan hari ini.
"Menyanyilah bagi TUHAN, pujilah nama-Nya, kabarkanlah keselamatan yang dari pada-Nya dari hari ke hari." (ay 2)_

Mengapa kita harus menyanyi bagi Tuhan, memuji dan memuliakan Dia? Apakah Tuhan 'gila hormat' atau 'makan puji' (mencari-cari pujian manusia)? Apakah Tuhan butuh pujian manusia?

Sekali-kali tidak! Tuhan tidak gila hormat atau mencari-cari apalagi mengemis pujian manusia! Tetapi manusia wajib memuji dan memuliakan Dia!

Mengapa? Karena manusia, termasuk umat Israel dan kita umat Allah di zaman now, hanyalah debu. Kita tidak ada arti apa-apa dan tidak dapat memiliki apapun dan sekecil apapun, tanpa pertololongan Tuhan. Tak ada yang dapat kita lakukan tanpa penyertaan-Nya.

Coba kita bayangkan Tuhan tidak membangunkan kita di pagi hari. Coba juga bayangkan kalau 1 jam saja kita kehabisan oksigen. Lihatlah kedahsyatan kekuasaan Allah dalam mengendalikan alam. Sekali saja bumi bergoyang dan bergetar oleh gempa, manusia tidak berdaya. Hilang lenyap seketika saja. Kita jadi tak ada arti dan gunanya lagi selain hilang melayang pergi tanpa bekas. Apakah yang dapat dilakukan manusia? Melawan alam? Melawan Tuhan? Sanggupkah?

Jadi, hanya karena belas kasihan Allah lah kita boleh ada sebagaimana kita ada saat ini. Kasih-Nya bagi kita sungguh sempurna dan tak berkesudahan. Sangat dahsyat. Lebih dahsyat dari apapun.

Halaman
12
Penulis: Aswin_Lumintang
Editor: Aswin_Lumintang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved