Opini

Menakar Arah Kebijakan Pemerintah Terkait Energi Baru dan Terbarukan (EBT)

Oleh: Revi Dwiguna Mahasiswa S2 Kajian Stratejik dan Global (SKSG), Program Studi Ketahanan Nasional, Universitas Indonesia

Menakar Arah Kebijakan Pemerintah Terkait Energi Baru dan Terbarukan (EBT)
Source : esdm.go.id
Source : esdm.go.id 

Oleh: Revi Dwiguna

Mahasiswa S2 Sekolah Kajian Stratejik dan Global (SKSG), Program Studi Ketahanan Nasional, Universitas Indonesia

Indonesia, merupakan negara kepulauan terbesar di dunia yang memiliki segudang potensi untuk dikembangkan, serta dimanfaatkan untuk kelangsungan hidup masyarakatnya.

Sebagai negara dengan bentang alam yang terbilang luas, serta perekonomian yang cukup baik, Indonesia memiliki potensi pengembangan Energi Baru Terbarukan (EBT) yang cukup besar.

Kementerian ESDM dalam buku ‘Outlook Energi Indonesia 2019’ mendata potensi energi terbarukan Indonesia cukup signifikan.

Total potensi energi terbarukan Indonesia dinilai ekuivalen 442 GW, yang berasal dari tenaga air, panas bumi, bioenergi, tenaga surya, angin dan energi laut.

Jumlah tersebut diproyeksi cukup untuk menghidupakan pembangkit listrik.

Sementara BBN dan Biogas sebesar 200 ribu Bph yang dihasilkan dari potensi tersebut diproyeksi dapat digunakan untuk keperluan bahan bakar pada sektor transportasi, rumah tangga, komersial dan industri.

Kondisi tersebut tentunya akan memberikan dampak yang sangat luar biasa bagi perkembangan industri dan rumah tangga di Indonesia dalam beberapa tahun ke depan.

Hambatan Pengembangan EBT
Berdasarkan Rencana Umum Energi Nasional (RUEN), target bauran EBT Indonesia sebesar 23% hingga tahun 2025.

Halaman
1234
Editor: Handhika Dawangi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved