News

Neta Minta Polri Transparan Proses Dua Pelaku Penyiraman Air Keras Terhadap Novel Baswedan

Neta mengatakan, transparansi pengungkapan kasus Novel harus dilakukan agar kasus ini tak merembet ke mana-mana.

Neta Minta Polri Transparan Proses Dua Pelaku Penyiraman Air Keras Terhadap Novel Baswedan
(KOMPAS.com/CHRISTOFORUS RISTIANTO )
Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane dalam diskusi bertamakan Jelang Debat Siapa Hebat di Jakarta, Sabtu (12/1/2019). 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Sedang berlangsung untuk proses hukum bagi dua tersangka penyiraman air keras terhadap penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi, Novel Baswedan.

Mengenai hal itu Neta S Pane Ketua Presidium Indonesia Police Watch meminta Kepolisian Republik Indonesia (Polri) tetap transparan dalam menangani penyidikan dua pelaku.

Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane dalam diskusi bertamakan Jelang Debat Siapa Hebat di Jakarta, Sabtu (12/1/2019).
Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane dalam diskusi bertamakan Jelang Debat Siapa Hebat di Jakarta, Sabtu (12/1/2019). ((KOMPAS.com/CHRISTOFORUS RISTIANTO ))

"IPW berharap kasus Novel ini dibuka Polri secara transparan ke publik," ujar Neta dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Jumat (27/12/2019).

Neta mengatakan, transparansi pengungkapan kasus Novel harus dilakukan agar kasus ini tak merembet ke mana-mana.

"Dengan transparannya pengungkapan kasus ini, kasus Novel bisa segera dituntaskan, sehingga Polri tidak terus menerus tersandera kasus Novel," ucap Neta S Pane.

Polri sebelumnya telah menangkap dua pelaku penyiraman air keras terhadap Novel Baswedan.

Keduanya merupakan anggota polisi aktif berinisial RM dan NB. Keduanya ditangkap pada Kamis (26/12/2019) malam oleh tim teknis bersama Kepala Korps Brimob Polri.

Pelaku penyerangan dan teror terhadap Novel Baswedan baru berhasil diungkap Polri setelah kasus itu terjadi lebih dari 2,5 tahun.

Novel diserang pada 11 April 2017 saat berjalan menuju kediamannya, setelah menunaikan ibadah shalat Subuh di Masjid Al Ihsan, Kelapa Gading, Jakarta Utara.

Akibat penyiraman air keras ini, kedua mata Novel terluka parah. Dia kemudian mengalami perawatan dan operasi penindakan di Singapura. (*)

Halaman
1234
Editor: Handhika Dawangi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved