13 Tahun Jadi Tukang Sol Sepatu Keliling Demi Biayai Sekolah Anak, Yayat Setahun Sekali Pulkam

Yayat merantau ke Manado karena diajak temannya. Sebelum ke Manado dia sempat bekerja di Batam selama tiga tahun juga sebagai tukang sol sepatu.

Aji Sasongko/Tribun Manado
13 Tahun Jadi Tukang Sol Sepatu Keliling Demi Biayai Sekolah Anak, Yayat Setahun Sekali Pulkam 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Dia adalah Yayat (58), pria asal Garut, Jawa Barat. Yayat menjadi tukang sol sepatu keliling di Manado sejak tahun 2006.

Saat ditemui, Yayat berada di halaman Masjid K H Arsyad Thawil, Jalan Sudirman 10, Komo Luar, Wenang, Manado, seusai salat Ashar.

Yayat merantau ke Manado karena diajak temannya. Sebelum ke Manado dia sempat bekerja di Batam selama tiga tahun juga sebagai tukang sol sepatu.

Dia rela setiap hari berkeliling, berjalan kaki supaya dapat uang untuk bisa menyekolahkan putranya yang saat ini masih berada di bangku SMP.

"Sebenarnya sih saya ini sudah berumur. Inginnya pulang. Tapi ya mau bagaimana lagi. Si kecil masih di rumah," kata pria yang mengenakan kemeja krem itu.

Meskipun demikian ia selalu menyempatkan waktu untuk pulang setahun sekali, biasanya saat liburan Idul Fitri.

Dia biasa keliling di sekitaran Tikala dan Wanea mulai pukul 08.00 Wita dan pulang sekira pukul 17.00 Wita tergantung ramai atau tidak.

"Kalau ramai bisa pulang lebih cepat," lanjut pria yang mengenakan topi rimba hitam itu.

Sehari dia biasa mendapatkan penghasilan Rp 200 - 300 ribuan. Pengesolan satu pasang sepatu ia hargai mulai Rp 20 - 50 ribuan.

Selama menjadi tukang sol, dia mengkaku beberapa kali mengalami kesulitan, seperti ketika kehabisan bahan untuk sol.

Halaman
12
Penulis:
Editor: Maickel_Karundeng
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved