Amalan Doa

Kalimat-kalimat Nabi Musa yang Menjadi Doa dan Diajarkan Oleh Rasulullah

Di antara doa-doa yang diajarkan Rasul Muhammad adalah kalima-kalimat yang diucapkan Nabi Musa kala dirinya membawa Bani Israil dari kejaran Fir'aun.

Kalimat-kalimat Nabi Musa yang Menjadi Doa dan Diajarkan Oleh Rasulullah
TRIBUN TIMUR/SANOVRA JR
Berdoa (ilustrasi) 

Sekali pukul saja ternyata membuat orang itu wafat. Kekuatan Nabi Musa juga tergambar kala ia mengangkat batu superbesar.

Bekas bongkahan batu yang ia angkat konon cukup dibuat minum 12 kelompok kambing sekaligus.

Begitu hebatnya Nabi Musa, ia pun pernah mengalami himpitan hidup yang luar biasa.

Nabi Musa bersama kaumnya, Bani Israil, pernah lari tunggang langgang lantaran dikejar-kejar Fir’aun dan bala tentaranya. Masalah datang ketika rombongan Nabi Musa sampai di pinggir lautan.

Dalam kondisi terjepit inilah, tawakal Nabi Musa memuncak. 

Allah pun menolong Nabi Musa. Allah memerintahnya memukulkan tongkat yang biasa ia gunakan berjalan dan menggembala kambing ke arah lautan.

Ajaib, atas izin Allah, tongkat biasa itu ternyata sanggup membelah lautan. 

Apa doa yang dibaca Nabi Musa saat melintasi lautan itu? Rasulullah ﷺ pernah mengungkapkan doa itu melalui hadits yang diriwayatkan oleh A’masy dari Syaqiq dari Abdullah bin Mas’ud. Kata Rasulullah: 

أَلَا أُعَلِّمُكَ الْكَلِمَاتِ الَّتِي تَكَلَّمَ بِهَا مُوسَى صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَآلِهِ وَسَلَّمَ حِينَ جَاوَزَ الْبَحْرَ بِبَنِي إِسْرَائِيلَ؟ فَقُلْنَا: بَلَى يَا رَسُولَ اللَّهِ. قَالَ: قُولُوا: اللَّهُمَّ لَكَ الْحَمْدُ وَإِلَيْكَ الْمُشْتَكَى، وَأَنْتَ الْمُسْتَعَانُ، وَلَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيمِ. 

Artinya: “Maukah kamu kuajari tentang kaliamt-kalimat yang dibaca oleh Musa ﷺ ketika ia melintasi lautan bersama Bani Israil?” Kami menjawab, tentu, ya Rasulallah.”

Kemudian Rasul menjawab, “Bacalah allâhumma lakal hamdu wailaikal musytaka, wa antal musta’ân, wa lâ haula wa lâ quwwata illâ billâhil ‘aliyyil adzîmi” (ya Allah, hanya milik-Mu segala puji, hanya kepada-Mu Dzat yang dimintai pertolongan. Tidak ada kekuatan untuk menjalankan sebuah ketaatan dan menghindari kemaksiatan kecuali pertolongan Allah yang maha Agung).

قَالَ عَبْدُ اللَّهِ: فَمَا تَرَكْتُهُنَّ مُنْذُ سَمِعْتُهُنَّ مِنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. قَالَ شَقِيقٌ: وَمَا تَرَكْتُهُنَّ مُنْذُ سَمِعْتُهُنَّ مِنْ عَبْدِ اللَّهِ. قَالَ الْأَعْمَشُ: وَمَا تَرَكْتُهُنَّ مُنْذُ سَمِعْتُهُنَّ مِنْ شَقِيقٍ. قَالَ الْأَعْمَشُ: فَأَتَانِي آتٍ فِي الْمَنَامِ فَقَالَ: يَا سُلَيْمَانُ , زِدْ فِي الْكَلِمَاتِ: وَنَسْتَعِينُكَ عَلَى فَسَادٍ فِينَا , وَنَسْأَلُكَ صَلَاحَ أَمْرِنَا كُلَّهُ

Abdullah bin Mas’ud berkata, “Aku tidak pernah meninggalkan doa tersebut sejak saya mendengar doa itu dari Rasulullah.” Kata Syaqiq, “Aku tidak pernah meninggalkan doa tersebut sejak saya mendengar doa itu dari Abdullah.” Kata A’masy, “Aku tidak pernah meninggalkan doa tersebut sejak saya mendengar doa itu dari Syaqiq.” 

Kata A’masy, “Kemudian ada orang yang datang kepadaku saat aku tidur. Ada yang mengatakan, ‘Tambahilah kalimat berikut ‘wa nasta’înuka ‘alâ fasâdin fînâ’ wa nas’aluka shalâha amrina kullahu’ (dan kami meminta pertolongan Engkau atas kerusakan yang ada pada kami, dan kami minta Engkau atas kebaikan semua urusan kami’,” (At-Thabarani, Al-Mu’jam as-Shaghir, [Al-Maktab al-Islami: Beirut, 1985], juz 1, hal. 211).

Doa tersebut juga bisa dibaca ketika kita menghadapi kesulitan-kesulitan yang menghimpit. Harapannya, ada “keajaiban” yang langsung datang sebagai jalan keluar dari Allah.

Redaksi doa itu berisi pujian kepada Allah, pengakuan ketakberdayaan diri, serta permohonan pertolongan. Tempat mengadu paling tepat adalah Allah, bukan manusia. 

Meyakini bahwa Allah penyelesai masalah itu sangat penting sehingga apa pun masalahnya, kita akan mengadukan kepada Allah subhanahu wa ta’ala sebagaimana pula yang dilakukan oleh Nabi Ya’qub alaihis salam.

Ketika putra kesayangan yang bernama Yusuf hilang, ia sangat bersedih hati. Nabi Ya’qub pun mengadukan cobaan berat itu kepada Allah. Hal ini dikutip dalam Al-Qur’an:

إِنَّمَا أَشْكُو بَثِّي وَحُزْنِي إِلَى اللَّهِ

Artinya: “Dia (Ya’qub) menjawab ‘Hanya kepada Allah, aku mengadukan kesusahan dan kesedihanku.’.” (QS Yusuf: 86). Wallahu a’lam.

 Robin Hood Asal Turki Bayar Utang Orang-orang Miskin, Selipkan Uang di Pintu Rumah Kaum Papa

 Amalan dan Doa Sesudah Sholat Wajib Sholat 5 Waktu, Bacaan Arab Lengkap Artinya

Artikel ini tayang di laman NUOnline dengan judul Doa Nabi Musa saat Dikejar Fir’aun

Editor: Rizali Posumah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved