Smart Woman

Sinta Elisa Jelita Kaunang: Tiga Kali Lewati Natal Tanpa Orang Tua

"Tapi seluruh saudara dari pihak orang tua sering berkunjung apalagi saat Natal, sehingga saya tidak selalu merasa sendiri," lanjutnya.

Sinta Elisa Jelita Kaunang: Tiga Kali Lewati Natal Tanpa Orang Tua
andreas ruaw/tribun manado
Sinta Elisa Jelita Kaunang: Tiga Kali Lewati Natal Tanpa Orang Tua 

Natal, momen yang selalu indentik dengan berkumpul bersama keluarga. Tradisi itu sudah menjadi sebuah fenomena yang tidak lepas dari masyarakat nasrani di setiap daerah dan budaya.

Namun tidak semua orang juga yang selalu punya kesempatan berkumpul dengan keluarga mereka saat hari kelahiran Sang Juru Selamat tersebut. Sehingga harus melewati Natal tiap tahunnya tanpa orang tua.

Sebanyak tiga kali peristiwa Natal sudah dilewati Sinta Elisa Jelita Kaunang (30) tanpa kehadiran kedua orangtuanya.

Dosen Fakultas Ilmu Pendidikan Prodi Psikologi Universitas Negeri Manado (Unima) ini selalu merasa ada yang kurang ketika melalui Natal tiap tahunnya.

"Dari tahun 2017 saya melewati Natal sangat berat apa lagi pada tanggal 25 yang biasanya masuk gereja sama-sama dan ini sudah masuk Natal ke tiga," katanya, Sabtu (21/12/2019).

"Tapi seluruh saudara dari pihak orang tua sering berkunjung apalagi saat Natal, sehingga saya tidak selalu merasa sendiri," lanjutnya.

Anak dari pasangan Alm Frans Kaunang dan Almh Selfia Siwu merasa walaupun tanpa kehadiran orangtua, ia tetap bangga telah berhasil membahagiakan orangtuanya yang telah menunjukan bukti keberhasilan hasil kerja keras mereka.

Pasalnya, harapan dan cita-cita orangtua dari Sinta kini sudah tercapai, dimana saat ini dia telah menjadi salah satu Pegawai Negeri Sipil di Universitas Negeri Manado sebagai pengajar di Fakultas Pendidikan.

Seluruh keberhasilan itu tidak lepas dari perjuangan yang berat, yang harus dilewati Sinta demi harapan kedua orang tuanya.

Saat menempuh pendidikan jenjang S1, gadis kelahiran Manado, 29 September 1989 memulai debutnya di Fakultas Ilmu Pendidikan Prodi Psikologi Unima pada tahun 2007.

Kemudian melanjutkan S2 di Okayama University Jepang Faculty of Letter, Departmen of Humanities and Social Sciences, Shinrigakubu/Psychology, dengan dibantu Beasiswa Unggulan Luar Negeri DIKTI.

"Kini saya menghandel sekitar 400 mahasiswa. Tapi dalam menjalani profesi dosen di zaman ini kesulitan yang saya alami lebih ke mendapat tantangan dalam persaingan di bidang teknologi dan informasi," ungkapnya.

Untuk resolusi di tahun 2020 Sinta Kaunang masih akan bergelut dengan pekerjaan, apalagi ia baru diangkat sebagai PNS di tahun 2018, sehingga membuatnya masih berfokus terhadap karir di dunia akademisi.

"Sejauh ini saya juga tidak terpikir untuk beralih profesi, karena saya sangat mencintai pekerjaan saya di bidang pendidikan.
Untuk harapan tahun 2020 saya ingin lebih baik dalam menjalani pekerjaan, sedangkan untuk hal jodkh saya serahkan kepada Tuhan," tandanya. (Eas)

 Mahfud: Dari Bupati Sampai Presiden Islam, Sentil Sri Mulyani Puasa Senin-Kamis

 KKB Papua Menggila, Tembaki Pesawat Warga Sipil, Ada 7 Penumpang Salah Satunya Bayi

Penulis: Andreas Ruauw
Editor: Maickel_Karundeng
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved