Guntur Romli Kecam Menteri Agama bahwa Pelarangan Perayaan Natal adalah Kesepakatan

Guntur Romli mengecam Menteri Agama Fachrul Razi yang menyatakan pelarangan Perayaan Natal di Sumatera Barat adalah kesepakatan.

Guntur Romli Kecam Menteri Agama bahwa Pelarangan Perayaan Natal adalah Kesepakatan
YouTube/GunRomli screenshot
Moh Guntur Romli Mengecam Menag terkait Pelarangan Natal di Sumatera Barat 

TRIBUNMANADO.CO.ID - HM Guntur Romli mengecam pernyataan Menteri Agama Fachrul Razi bahwa pelarangan perayaan Natal di dua kabupaten di Sumatera Barat adalah kesepakatan bersama.

"Saya ingin mengecam pernyataan Menteri Agama (Fachrul Razi) yang menyebut larangan perayaan Hari Natal di Kabupaten Sijunjung dan Dharmasraya

di Sumatera Barat sebagai kesepakatan," ujar intelektual muda Nahdlatul Ulama ini kepada Tribun Manado, Minggu (22/12/2019).

Menurut Guntur Romli, pernyataan Menag Fachrul Razi itu tak hanya melukai hati umat Kristen, melainkan juga melukai semua rakyat Indonesia sebagai warga yang sebangsa dan se-Tanah Air.

Sebab, kata pria kelahiran Asembagus, Situbondo, ini, kesepakatan itu bukanlah kesepakatan yang didasari perasaan sukarela atau ikhlas, melainkan didasari pada paksaan dan kesewenang-wenangan.

"Karena tidak ada umat beragama yang mau atau rela dilarang merayakan hari besar agamanya," papar Guntur Romli.

Guntur Romli Mengecam Pelarangan Natal di 2 Kabupaten di Sumatera Barat, Ini Alasannya

Oleh karena itu, Guntur Romli meminta kapada Menteri Agama untuk mencabut pernyataannya itu. Karena itu akan melukai rakyat .

Lagipula, lanjutnya, pernyataan itu justru bertentangan dengan fungsi Fachrul Razi sebagai Menteri Agama. 

"Waktu dilantik sebagai Menteri Agama, dia menyatakan bahwa dia adalah menteri semua agama bukan hanya menteri untuk agama Islam.

"Tapi, sekarang, Menteri Agama berbalik menunjukkan bahwa dia tunduk pada paksaan dan tekanan kelompok-kelompok tertentu atas nama mayoritas," ungkap Guntur Romli.

Halaman
1234
Penulis: reporter_tm_cetak
Editor: Sigit Sugiharto
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved