RHK Sabtu 21 Desember 2019

RENUNGAN HARIAN KELUARGA - Tinggal Bersama

TINGGAL bersama berarti hidup bersama. Hidup bersama berarti bersama hidup. Bersama hidup artinya hidup yang

RENUNGAN HARIAN KELUARGA - Tinggal Bersama
https://goo.gl/J3P7Mi
Ilustrasi 

Lukas 1:56
TINGGAL bersama berarti hidup bersama. Hidup bersama berarti bersama hidup. Bersama hidup artinya hidup yang saling menghidupkan, seperti falsafah hidup DR Sam Ratulangi: si tou tumou, tumou tou.

Alkitab
Alkitab (Netralnews.com)

Hidup yang saling menghidupkan hanya terjadi jika ada kasih, pengertian dan ketulusan hati, rukun, damai, saling menghormati dan saling menghargai di antara semua yang bersama hidup atau tinggal bersama.

Inilah yang dilakoni oleh duet perempuan luar biasa, Maria dan Elisabet. Mereka bukan perempuan biasa. Mereka mengalami peristiwa luar biasa. Dan semuanya itu bersumber dari Allah.

Maria dan Elisabet yang sama-sama menerima dan mengalami keajaiban dari Tuhan dengan kehamilan yang tidak dapat dijangkau akal manusia.

Yang seorang (Maria) mengandung dalam keperawananannya sedangkan yang satu lagi (Elisabet) mengandung dalam kemandulannya. Tapi semuanya nyata dan terbukti. Dari mereka lahir Raja Damai yang adalah Tuhan dan Juruselamat dunia (Tuhan Yesus Kristus) dan seorang Rasul utusan Allah yang luar biasa (Yohanes).

Maria dan Elisabet dalam keadaan mengandung dengan keajaiban Allah itu, tinggal bersama selama tiga bulan di rumah Elisabet. Setelah itu, Maria kembali ke rumahnya.
Demikianlah firman Tuhan hari ini.

Dan Maria tinggal kira-kira tiga bulan lamanya bersama dengan Elisabet, lalu pulang kembali ke rumahnya.

Dalam kurun waktu itu, dipastikan Maria dan Elisabet hidup dalam sukacita, rukun dan damai. Sebab mereka memiliki kasih dan ketulusan hati yang sudah teruji. Mereka pasti hidup saling menghormati dan menghargai.

Sahabat Kristus, inilah teladan hidup bagi kita di zaman now. Apabila kita hidup bersama dan bersama hidup di tempat yang sama meski tak serumah seperti Maria dan Elisabet, maka kita harus hidup rukun dan damai, saling menghormati dan saling menghargai. Apalagi kalau hidup serumah atau seatap. Kita diajarkan untuk meneladani Maria dan Elisabet tentang bagaimana kita hidup bersama.

Keangkuhan, keegoisan, merasa pintar, merasa lebih baik, sirik, diskriminatif, dengki dan sejenisnya, adalah musuh bersama bagi orang yang tinggal nersama dan bersama hidup.
Orang Kristen adalah cahaya dan juga cermin yang Tuhan tempatkan untuk berada di tengah masyarakat, bangsa dan negara. Juga berperan menjadi garam dan terang di tengah masyarakat.

Halaman
12
Editor: Aswin_Lumintang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved