Dinas PUPR Boltim Prakarsai Pembahasa Dokumen AMDAL RKL-RPL Jalan Jaringan Wilayah Pesisir

"Oleh sebab itu kebutuhan akan jalan pesisir Bolaang Mongondow Timur sangat diperlukan demi menunjang akses masyarakat," ucapnya.

Dinas PUPR Boltim Prakarsai Pembahasa Dokumen AMDAL RKL-RPL Jalan Jaringan Wilayah Pesisir
Istimewa
Dinas PUPR Boltim Prakarsai Pembahasa Dokumen AMDAL RKL-RPL Jalan Jaringan Wilayah Pesisir 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Program Pemerintah Daerah dibawah pimpinan Bupati Boltim Sehan Salim Landjar dan Wakil Bupati Boltim Rusdi Gumalangit akan merencanakan Pembangunan jalan wilayah pesisir di Kabupaten Boltim.

Kepala Dinas PUPR melalui Sekretaris Dinas PUPR Yanto Modeong mengatakan, kegiatan tersebut sangat diperlukan untuk mendukung aksesibilitas yang terintegrasi.

"Oleh sebab itu kebutuhan akan jalan pesisir Bolaang Mongondow Timur sangat diperlukan demi menunjang akses masyarakat," ucapnya.

Lanjutnya, seiring dengan adanya rencana pembangunan jalan pesisir Boltim tersebut dan untuk mengantisipasi timbulnya permasalahan akibat adanya kegiatan pembangunan Jalan Pesisir Boltim maka sesuai amanat UU No 32 tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup khususnya pasal 22 ayat (1) kegiatan pembangunan ini yang berdampak penting terhadap lingkungan hidup wajib memiliki Amdal.

"Menurut UU No 32 tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup Analisis mengenai dampak lingkungan hidup, yang selanjutnya disebut Amdal adalah kajian mengenai dampak penting suatu usaha dan/atau kegiatan yang direncanakan pada lingkungan hidup yang diperlukan bagi proses pengambilan keputusan tentang penyelenggaraan usaha dan/atau kegiatan," ucapnya.

Menurutnya, kajian Analisis Mengenai Sampak Lingkungan Hidup (AMDAL) mencakup dampak aspek fisik kimia, aspek sosial, ekonomi, budaya dan kesehatan masyarakat dari pembangunan jalan tersebut terhadap masyarakat yang ada di sekitar lokasi kegiatan.

"PUPD Selaku dinas pemrakarsa pembahasan studi AMDAL ini dengan harapan permasalahan/dampak yang diperkirakan akan terjadi pra dan pasca dari adanya kegiatan pembangunan jalan pesisir tersebut dapat diprediksi, dievaluasi dan selanjutnya merumuskan Rencana Pengelolaan Lingkungan Hidup (RKL) dan Rencana Pemantauan Lingkungan Hidup (RPL) terhadap komponen lingkungan hidup," ucapnya.

Menurutnya, komponen tersebut sudah termasuk masyarakat yang ada dilokasi dan sekitar lokasi kegiatan melalui serangkaian kegiatan analisis yang sesuai dengan konsep pelaksanaan pembangunan yang berwawasan lingkungan dan berkelanjutan.

"Rencana pembangunan jalan wilayah pesisir di perkirakan sepanjang 56 KM dan lebar badan Jalan Rp 13 Miliar Pembahasan Andal RKL dan RPL ini dilaksanakan di Manado bekerjasama dengan Pusat Penelitian Lingkungan Hidup dan Sumber Daya Alam (PPLH-SDA) LPPM Unsrat Manado serta melibatkan Tim Teknis dari Unsrat Manado," ucapnya.

Lanjutnya, dalam kegiatan tersebut diundang para Sangadi di wilayah pesisir Kabupaten Boltim serta istansi yang terkait baik itu dari Pemprov Sulut maupun Pemda Boltim. (ana)

 Dewan Pengawas KPK Dilantik, Jokowi Diingkatkan Soal Janji Perkuat Komisi Anti Rasuah

 RESEP Kue Cornflake Kenari, Cocok Jadi Camilan Saat Natal, Ini Bahan dan Cara Pembuatan

Penulis: Siti Nurjanah
Editor: Maickel_Karundeng
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved