Keberadaan Eks Warga Asing yang Sudah Sah Jadi WNI, Raul Tiap Pagi Dengar Radio

Dia kemudian tinggal di wilayah Aertembaga dan sekarang tinggal di tepi pantai Kelurahan Manembi-Nembo lingkungan III Kecamatan Matuari.

Keberadaan Eks Warga Asing yang Sudah Sah Jadi WNI, Raul Tiap Pagi Dengar Radio
christian wayongkere/tribun manado
Keberadaan Eks Warga Asing yang Sudah Sah Jadi WNI, Raul Tiap Pagi Dengar Radio 

SENYUM Sumeringah terpancar dari raut wajah Raul Timbol (43) dan sang istri Sumarni Subuh (42) di depan pintu rumah.

Kedua tersenyum ketika di abadikan oleh Tim pangawasan orang Asing (Timpora) Kota Bitung dibawah pimpinan Rustam Husain SH
Plh kasi Inteldakim Imigrasi Kelas II Bitung, di pemukiman tepi pantai Kelurahan Manembo-Nembo lingkungan III Kecamatan Maturi.

Sudah tahun lamanya Raul Timbol (43) eks warga Filipina bermukim di Negara Indonesia, tepatnya di Kelurahan Manembo-Nembo lingkungan III Kecamatan Matuari Kota Bitung Provinsi Sulawesi Utara (Sulut).

Raul menikahi warga Indonesia Sumarni Subuh (42) sudah menjadi warga negari Indonesia (WNI), berdasarkan surat keputusan Kementiran Hukum dan HAM RI tentang pengesahan status kewarganegaran.

Rabu (17/12/2019) rumah semi permanen terbuat dari kayu berlantai semen, disambangi Tim pangawasan orang asing (Timpora) Kota Bitung yang melakukan pengawasan terhadap warga asing yang bermukim dan tinggal di Bitung.

Sikap kooperatif diperlihatkan suami istri ini, dihadapan petugas mereka memenuhi permintaan berkas dan administrasi kependudukan.‎

Pada kesempatan itu Raul mengatakan datang pertama kali ke Indonesia di Kota Bitung tahun 2010, dari Filipina menggunakan perahu tangkap ikan.

Dia kemudian tinggal di wilayah Aertembaga dan sekarang tinggal di tepi pantai Kelurahan Manembi-Nembo lingkungan III Kecamatan Matuari.

"Kami berdua dipertemukan saat tinggal di Aertembaga dan sampai sekerang sudah empat tahun berumah tangga," kata Sumarni kepada Tribunmanado.co.id Rabu (17/12).

Sumarni mengaku suaminya berprofesi sebagai nelayan tangkap atau pancing ikan tuna, ketika tidak melaut tiap pagi diputarkan radio dan didengar secara bersama-sama.

"Ini supaya memperlancar bahasa Indonesia," ujar Sumarni.

Meski setiap pagi memasang radio untuk didengarkan agar bahasa Indonesia lancar, sesekali masih keceplosan berbahasa Filipina.

Raul dalam keterangannya berkata, ‎tingal di Bitung (Indonesia) sudah 9 tahun, pertama masuk kesini tahun 2010 sudah lupa bulan apa‎

Halaman
12
Penulis: Christian_Wayongkere
Editor: Maickel_Karundeng
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved