Guntur Romli Mengecam Pelarangan Natal di 2 Kabupaten di Sumatera Barat, Ini Alasannya

Guntur Romli mengecam pelarangan perayaan Natal di dua kabupaten di Sumatera Barat. Alasannya, orang Kristen juga punya hak yang sama.

Editor: Sigit Sugiharto
YouTube Channel
Mohamad Guntur Romli 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Kasus pelarangan umat Kristen merayakan ibadah Natal di luar gedung gereja di dua kabupaten di Sumatera Barat disesalkan oleh sebagian anak bangsa.

Intelektual muda Nahdlatul Ulama Mohamad Guntur Romli angkat suara terkait pelarangan perayaan Natal di Kabupaten Sijunjung dan Kabupaten Dharmasraya ini.

Guntur Romli mengajak bangsa Indonesia untuk meningkatkan toleransi antarumat beragama supaya tercipta suasana hidup yang bahagia dan damai.

"Saya ingin mengajak kita semua, saudara sebangsa dan setanah air untuk mengecam pelarangan Natal bagi umat Kristen di dua kabupaten di Sumatera Barat, yakni di Kab Sijunjung dan Kab Dharmasraya," ujar Guntur Romli kepada Tribun Manado, Rabu (18/12/2019).

Ada setidaknya 4 alasan bagi Guntur Romli mengajak segenap anak bangsa mengecam pelarangan perayaan Natal:

1. Tidak ada rumah ibadah resmi bukan alasan melarang perayaan Natal, karena umat Islam juga ada yang terbiasa merayakan Idul Fitri dengan Shalat Idul Fitri di luar masjid, misalnya di Kab Dharmasraya sendiri shalat idul fitri di halaman rumah Dinas Bupati. Ini tidak ada masalah.

2. Kontribusi pahlawan dan tokoh semua umat beragama termasuk Kristen terhadap Kemerdekaan Indonesia sama-sama besar. Umat agama sama-sama memiliki kontribusi terhadap negeri ini.

3. Dalam Al-Quran Surat Al-Maidah Ayat 82 ditegaskan cintanya orang Kristen terhadap orang Islam, kenapa sekarang ada yang mengaku Islam tapi tidak suka terhadap Kristen? Ajaran siapa yang mereka anut?

Ini Awal Mula Perayaan Natal Dirayakan Tanggal 25 Desember

Ini bunyi Surat Al-Maidah Ayat 82 (quran.kemenag.go.id): 

۞ لَتَجِدَنَّ اَشَدَّ النَّاسِ عَدَاوَةً لِّلَّذِيْنَ اٰمَنُوا الْيَهُوْدَ وَالَّذِيْنَ اَشْرَكُوْاۚ وَلَتَجِدَنَّ اَقْرَبَهُمْ مَّوَدَّةً لِّلَّذِيْنَ اٰمَنُوا الَّذِيْنَ قَالُوْٓا اِنَّا نَصٰرٰىۗ ذٰلِكَ بِاَنَّ مِنْهُمْ قِسِّيْسِيْنَ وَرُهْبَانًا وَّاَنَّهُمْ لَا يَسْتَكْبِرُوْنَ ۔ - ٨٢

Pasti akan kamu dapati orang yang paling keras permusuhannya terhadap orang-orang yang beriman, yaitu orang-orang Yahudi dan orang-orang musyrik. Dan pasti akan kamu dapati orang yang paling dekat persahabatannya dengan orang-orang yang beriman ialah orang-orang yang berkata, “Sesungguhnya kami adalah orang Nasrani.” Yang demikian itu karena di antara mereka terdapat para pendeta dan para rahib, (juga) karena mereka tidak menyombongkan diri.

Seperti dilansir Kompas.com, umat Nasrani di dua desa di Kabupaten Sijunjung dan Dharmasraya, Sumatera Barat, diberitakan tidak boleh merayakan Natal selain di gereja.

Dua desa itu adalah di Sungai Tambang, Kabupaten Sijunjung, dan Jorong Kampung Baru, Nagari Sikaba, Kecamatan Pulau Punjung, Dharmasraya.

Tudingan larangan merayakan ibadah Natal itu dibantah Pemkab Dharmasraya dan Sijunjung.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved