Berita Pilgub Sulut

Pilgub di Sulut 'Chaos'

Pelaksanaan pemilihan kepala daerah (Pilkada) Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) 2020 nyaris chaos.

tribunmanado.co.id/Christian Wayongkere
kegiatan Simulasi Pengamanan Pilkada Pilgub 2020 

TRIBUNMANADO.CO.ID -  Pelaksanaan pemilihan kepala daerah (Pilkada) Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) 2020 nyaris chaos.

Ini dikeranakan massa mendukung pasangan calon tidak menerima hasil pilkada tersebut.

Awalnya massa pendukung datang secara tertib dan damai, namun secara perlahan kondisi berubah drastis, dimana kelompok massa mulai beraksi dan bertindak secara anarkis dan membabi buta.

Mengantisipasi hal tersebut, pihak Polda Sulut dan tim Triparta akhirnya mengambil tindakan repreship.

"Hal ini adalah rangkaian simulasi penanganan pengamanan Pilkada tahun 2020 mendatang," ujar Asisten operasional (Asops) Kodam XIII/Merdeka Kolonel Inf Musa Hasibuan, Senin (16/12/2019).

Hasibuan mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian latihan pengamanan pemilukada 2020 yang melibatkan TNI-Polri berlangsung di Makodam XIII/Merdeka Teling Manado, Senin (16/12).

Dia menjelaskan dalam simulasi itu diceritakan bahwa dalam tindakan pengamanan oleh tim Triparta yang merupakan wujud sinergitas Polri dan TNI dalam mendukung terlaksananya Pesta demokrasi lima tahunan yang aman,lancar dan sukses.

kegiatan Simulasi Pengamanan Pilkada Pilgub 2020
kegiatan Simulasi Pengamanan Pilkada Pilgub 2020 (tribunmanado.co.id/Christian Wayongkere)

Ferry Daud Liando: Target Menang Adalah Impian Semua Parpol Namun Harus Memiliki Tanggung Jawab

"Sesuai SOP dalam tindakan ini aparat kepolisian berada di pasukan terdepan, sementaran personil TNI mendukung dari belakang," ujarnya.

Hasibuan menambahkan dalam kesempatan simulasi diperagakkan tindakan kepolisian meredam aksi massa yang makin anarkis dengan menggunakan granat asap dan bentuk tindakan preventif yang terukur dan sesuai SOP.

"Berkat kesigapan aparat intel yang membaur dengan massa, salah seorang oknum provokator berhasil diamankan oleh petugas untuk di periksa lebih lanjut," kata dia.

Hasibuan menambahkan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk memberikan gambaran secara jelas tahapan demi tahapan tindakan apa yang harus diambil pihak kepolisian maupun keterlibatan anggota TNI dalam pengamanan unjuk rasa.

Adapun kegiatan ini berlangsung di Makodam XIII/Merdeka dengan melibatkan personil Polda Sulut dan Kodam XIII/Merdeka.(crz/rls).

Bupati Bolsel Selaraskan Program Nasional dan Daerah

Pengumuman CPNS 2019 - Sebanyak 1210 Pendaftar Lulus Berkas, 85 Pelamar Gugur

ODSK Buat Sejarah Baru Pilgub: Petahana Dua Periode Menguat

Penulis: Christian_Wayongkere
Editor: Rizali Posumah
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved