Pencak Silat Diakui sebagai Warisan Budaya Takbenda oleh UNESCO

Pencak silat ditetapkan sebagai warisan budaya takbenda (Intangible Cultural Heritage) oleh UNESCO.

Pencak Silat Diakui sebagai Warisan Budaya Takbenda oleh UNESCO
Kolase Sripoku.com/Instagram
Iko Uwais pernah menjadi atlet pencak silat 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Pencak Silat ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda (Intangible Cultural Heritage) oleh The United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO).

Penetapan seni bela diri asal Indonesia itu dilakukan di Bogota, Kolombia, Kamis (12/12) waktu setempat.

Informasi mengenai pencak silat sebagai warisan budaya takbenda juga dipublikasikan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) melalui akun Instagram Direktorat Warisan Diplomasi Budaya, Jumat (13/12) dini hari.

UNESCO menetapkan pencak silat sebagai Warisan Budaya Takbenda melalui sidang ke 14 Intergovernmental Committee for the Safeguarding of the Intangible Cultural Heritage di Bogota, Kolombia.

Acara itu berlangsung sejak 9 Desember 2019 hingga 14 Desember 2019.

Pencak Silat Diakui Dunia, UNESCO Tetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda, Sempat Diklaim Malaysia

Wakil Delegasi Tetap RI untuk UNESCO, Prof Surya Rosa Putra, mengatakan, pukul 10.00 waktu Bogota, pencak silat masuk dalam daftar Warisan Budaya Dunia Tak Benda UNESCO.

Surya menyebutkan, tradisi pencak silat tak hanya sekadar beladiri, melainkan juga bagian dari jalan hidup pelakunya.

“Pencak silat mengajarkan kita untuk dapat menjalin hubungan baik dengan Tuhan, sesama manusia dan lingkungan,” kata dia.

Pencak silat juga tak hanya mengajarkan teknik serangan, termasuk di dalamnya bagaimana menahan diri dan menjaga keharmonisan.

Berawal dari tradisi di Sumatera Barat dan Jawa Barat, pencak silat berkembang ke seluruh wilayah Indonesia.

Halaman
12
Penulis: reporter_tm_cetak
Editor: Sigit Sugiharto
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved