Breaking News
Rabu, 10 Juni 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Klarifikasi Insiden 'Adu Moncong': Kemenhub Panggil Pilot Garuda dan Petugas ATC

Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan segera menginvestigasi insiden dua pesawat Garuda Indonesia

Tayang:
Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Lodie_Tombeg
Tribun Manado / Fernando Lumowa
Pesawat Garuda Indonesia 

TRIBUNMANADO.CO.ID, JAKARTA - Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan segera menginvestigasi insiden dua pesawat Garuda Indonesia yang berhadap-hadapan (head on) pada satu taxiway di Bandar Udara Soekarno Hatta (Soetta) Kamis (12/12) lalu.

Saut Ajak Jokowi Main ke KPK: Ngobrol dengan Penyidik

Kemenhub akan memanggil pihak-pihak yang diduga terkait dalam insiden tersebut. ”Insiden salah taksi Pesawat Garuda Indonesia di Bandara Soekarno-Hatta akan ditindaklanjuti dengan dilakukan investigasi lanjut dengan memanggil pilot dan petugas ATC yang bertugas,” kata Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Polana B. Pramesti dalam keterangan pers Kementerian Perhubungan, Sabtu (14/12).

Insiden tersebut terjadi antara pesawat Garuda Indonesia dengan nomor penerbangan GA-649 registrasi PK-GMH dan GA-264 registrasi PK-GRR. Kejadian bermula ketika GA-649 landing pada runway RWY07L dan diarahkan oleh petugas ATC untuk masuk ke NC4 dan jalur NP1, kemudian holdshort pada NC3.

Namun pilot kemudian malah mengarahkan pesawat yang baru terbang dari Ternate itu masuk ke jalur NP2. Pada saat bersamaan, pesawat Garuda Indonesia GA-264 telah berada di taxiway NP2. Hal itu menyebabkan kedua pesawat tersebut berada pada kondisi berhadapan.

Manager Humas AirNav Indonesia , Yohanes Harry Douglas Sirait, mengatakan, peristiwa itu terjadi karena pilot berbelok tak sesuai arahan dari petugas ATC (Air Traffic Controller). ”ATC menginstruksikan kepada GA-649 untuk taxi via NP1, namun pilot masuk ke NP2, sehingga berhadapan dengan GA-264,” kata Yohanes saat dikonfirmasi, Sabtu (14/12).

Akhirnya, petugas bandara mendorong pesawat Garuda Indonesia GA-649 ke jalur lainnya. ”Kedua pesawat saling berhadapan sampai follow me car tiba di lokasi. GA-649 di-push back sampai passing NC4 dan kemudian taxi ke G55,” ucap Yohanes.

Perusahaan Merugi, Ini Larangan untuk Bos BUMN

Yohane enggan menduga-duga penyebab peristiwa dua pesawat Garuda Indonesia itu berhadapan. Menurutnya, kasus tersebut masih diinvestigasi Direktorat Perhubungan Udara Kemenhub.

”Kalau soal penyebabnya saya tidak berwenang, karena Ditjen Hubud sudah nyatakan akan investigasi,” tuturnya. Yohanes juga mengaku belum mengetahui hasil dari investigasi Kemenhub tersebut. "Saya tidak tahu apakah sudah ada hasil dari investigasi DJU sampai ke tahap itu,” tutupnya.

Kepala Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah I Soekarno-Hatta, Herson, memastikan bahwa operasional penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta tidak terganggu akibat insiden taxiway tersebut.

Mengecek kesiapan penrbangan di Bandara Soekarno-Batta.
Mengecek kesiapan penrbangan di Bandara Soekarno-Batta. (Foto/Humas Kemenhub)

Kejadian itu juga dipastikan tidak menyebabkan kerusakan kedua pesawat Garuda Indonesia itu. ”Tidak mengganggu karena posisi di taxiway sama-sama jalannya pelan,” terang Herson. ”Namun demikian pesawatnya segera ditarik mundur dan semua normal kembali,” sambung dia.

Sementara pengamat penerbangan, Alvin Lie, menilai ada faktor human error dalam insiden dua pesawat Garuda Indonesia yang berhadap-hadapan di taxiway Bandara Soekarno-Hatta itu. Alvin menduga peristiwa itu akibat kecerobohan pilot.

”Saya menduga menduga hampir pasti masalah pada pilot, kelalaian pilot ini. Ini yang perlu diinvestigasi hal-hal apa yang menyebabkan pilot membuat kesalahan seperti itu,” kata Alvin kepada wartawan, Sabtu (14/12).

Menurut dia, jika ATC telah memberi arahan yang sesuai, maka pilot harusnya tidak salah mengambil jalur. ”Itu arahnya lebih pada kelalaian pilot karena instruksi dari ATC sudah ada, kemudian pilot juga ada co-pilot. Nah ini sangat aneh. Kalaupun captain keliru, harusnya co-pilot mengingatkan dan sebaliknya,” kata Alvin.

Alvin mengatakan ada faktor-faktor yang menjadi muara peristiwa tak biasa ini. Pria yang juga merupakan komisioner Ombudsman itu menduga tidak fokusnya pilot bisa menjadi salah satu penyebab. ”Macam-macam, bisa kelelahan, fatigue, bisa juga sedang tidak konsentrasi entah ada apa dalam benaknya,” tutur Alvin.

Ia pun menyebut bahwa pihak bersangkutan mesti mendengarkan rekaman pada ruang ATC untuk memastikan tidak ada kesalahan frekuensi. ”Nah, apakah ada masalah antara pilot dengan co-pilot sehingga tidak perhatian pada jalur keluar dari runway itu.

KPU Manfaatkan Tarsius, Aplikasi Sistem Informasi Logistik Khusus Pantau Surat Suara

Halaman 1/2
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved