Rabu, 10 Juni 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Jijik tapi Gurih: Begini Cara Orang Korea Makan Ikan Penis

Kehidupan dan ekosistem laut begitu unik. Belum lama ini kabar menghebohkan datang dari ribuan ikan penis yang terdampar di pesisir pantai

Tayang:
Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Lodie_Tombeg
kompas.com
Ikan Penis yang unik dan gurih 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Kehidupan dan ekosistem laut begitu unik. Belum lama ini kabar menghebohkan datang dari ribuan ikan penis yang terdampar di pesisir pantai California. Ikan unik ini ternyata enak dimakan. Ikan penis memiliki nama latin Urechis Unicinctus. Ikan ini juga kerap disebut sebagai cacing penis atau cacing sendok. Bentuknya yang nyentrik membuat jenis ikan ini menyita perhatian.

Ikan penis banyak ini banyak ditemukan di pesisir pantai di China, Korea, Jepang hingga Pantai Barat Amerika Utara. Di California, ribuan ikan penis ditemukan terdampar di sepanjang garis pantai. Selain bentuknya yang eksotis, ternyata ikan penis ini juga enak dimakan. Dilansir dari berbagai sumber, berikut beberapa fakta unik seputar ikan penis yang punya bentuk seperti alat kelamin pria. Penasaran dengan rasanya?

Begini Tanggapan KPK soal Temukan Rekening Kasino Milik Kepala Daerah

 Biota laut bernama latin Urechis caupo atau yang sering disebut 'ikan penis' karena bentuknya mirip alat kelamin pria, viral di media sosial. Ikan penis sejatinya adalah cacing tersebut sempat memenuhi Pantai di San Frasisco, California, Amerika Serikat (AS) karena tersapu badai.

Ikan penis tersebut terlihat di Pantai Drake, yang terletak 80 km dari San Fransisco. Ikan penis sering juga disebut sebagai 'penjaga penginapan yang gemuk (fat innkeeper)'. Ikan penis mencari mangsa dengan menggali terowongan berbentuk U. Ikan penis mengeluarkan cairan lengket saat air pasang yang digunakan untuk mencari mangsa.

Dilansir dari Bay Nature, cairan tersebut berbentuk seperti bangkai ubur-ubur yang dapat memperangkap plankton, bakteri, hingga biota laut lainnya. Sementara itu, liang yang dibuat ikan penis juga bisa dimanfaatkan oleh kepiting dan udang.

Ikan penis bisa hidup cukup lama hingga mencapai 25 tahun. Ikan penis tercatat ada di fosil yang berusia 300 tahun. Ikan penis menjadi buruan bagi berang-berang, hiu, ikan pari, hingga burung camar.

Sebelumnya, penemuan ribuan ikan penis terdampar di sebuah pantai di California, Amerika Serikat.Seorang ahli kehidupan laut yang menulis untuk Bay Nature, Ivan Parr, menjelaskan bahwa badai yang kuat diduga telah memaksa ribuan makhluk bulat ini keluar dari liang mereka dan terpapar oleh predator.

"Ya, desain fisik cacing pemilik bentuk yang gemuk, memiliki beberapa penjelasan yang harus dilakukan. Tetapi hewan yang gemuk itu menghabiskan hidupnya di bawah tanah," tulis Ivan Parr.

Klarifikasi Insiden Adu Moncong: Kemenhub Panggil Pilot Garuda dan Petugas ATC

Makanan Ekstrem dari Korea yang Dimakan Mentah 

Gaebul adalah salah satu makanan ekstrem dari Korea yang banyak dijual di pasar ikan. Bentuk gaebul terbilang aneh dan kurang menggugah selera makan. Warnanya pucat seperti cacing dan geraknya menggeliat membuat orang geli melihatnya. Gaebul adalah cacing sendok laut yang punya nama ilmiah Urechis unicinctus.

Dilansir dari Koreaherald, Gaebul sendiri dalam Bahasa Korea artinya penis anjing. Di China, gaebul disebut haichang, di Jepang diebut yumushi, sedangkan di negara Barat disebut penish fish ( ikan penis). Selain bentuknya yang menjijikkan, penyajian gaebul di Korea tak kalah ekstrem.

Gaebul umumnya disajikan mentah. Isi perut seperti usus akan di keluarkan bersamaan dengan kotoran lain. Bagian kulit gaebul ini yang dipertahankan untuk disajikan dan dimakan. Kulitnya dipotong kecil-kecil agar bisa dimakan dengan sekali gigit. Bahkan setelah dipotong, potongan kulit gaebul masih menggeliat di piring saji. Untuk mengambilnya dengan sumpit akan menjadi tantangan tersendiri.

Permukaan gaebul sangat licin karena berlendir. Gaebul yang sudah diolah siap disantap mentah-mentah(dok. koreaherald) Orang Korea biasanya akan menyantap gaebul dengan bumbu yang sederhana yakni minyak wijen yang dicampur garam. Selain itu juga dengan gochujang saus pedas khas Korea dan dicampur dengan cuka.

Gaebul sendiri tidak memiliki banyak rasa, dilansir dari Atlasobscura, gaebul memiliki rasa agak manis.

Teksturnya kenyal seperti karet sehingga harus digigit dengan sedikit tenaga. Sensasi memakan gaebul ini bisa dirasakan saat memasukannya ke dalam mulut. Gaebul masih akan menggeliat di mulut dan lidah hingga kulit cacing dikunyah habis. Bagi kamu yang tertarik dengan gaebul dan suka mencoba makanan ekstrem, kamu bisa mendapatkannya pasar ikan dengan mudah.

Halaman 1/3
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved