Politik

Negara Tanpa Parpol? Mahfud MD: Perbuatan Rakyat Membabi Buta dan Selalu Merasa Benar, Ini Ulasannya

Mahfud MD menuturkan pada saat-saat ini partai politik (parpol) di Indonesia sedang tertuduh tentang maraknya korupsi dan pelanggaran-pelanggaran huku

Negara Tanpa Parpol? Mahfud MD: Perbuatan Rakyat Membabi Buta dan Selalu Merasa Benar, Ini Ulasannya
Tribun Video
Mahfud MD 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Maraknya pelanggaran-pelanggaran hukum yang terjadi saat ini karena adanya partai politik,

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam) Republik Indonesia Mahfud MD buka suara terkait hal tersebut.

Mahfud MD memberikan sambutan saat menghadiri Musyawarah Kerja Nasional Partai Persatuan Pembangunan (PPP).

Sambutan itu disuarakan Mahfud MD dalam Mukernas ke-5 Partai Persatuan Pembangunan (PPP).

Mahfud MD menuturkan pada saat-saat ini partai politik (parpol) di Indonesia sedang tertuduh tentang maraknya korupsi dan pelanggaran-pelanggaran hukum.

Sambutan itu disuarakan Mahfud MD dalam Mukernas ke-5 Partai Persatuan Pembangunan (PPP).
Sambutan itu disuarakan Mahfud MD dalam Mukernas ke-5 Partai Persatuan Pembangunan (PPP). (Tribunnews.com/Mafani Fidesya Hutauruk)

Ia mengungkapkan sumber daya manusia di Dewan Perwakilan Rakyat itu berasal dari parpol.

"Nah parpol ini dituduh perusak dalam kehidupan kita bernegara terutama karena maraknya korupsi tumbuh," ucapnya.

Mahfud MD juga menyadari hal itu terjadi karena banyak partai-partai yang tidak profesional namun ingin ikut-ikutan dalam membangun pemerintahan yang kurang bersih ini.

"Sehingga kalau kita melihat pendapat masyarakat awam yang ditampilkan dalam dialog interaksi ketika ditanya itu lebih baik mereka bilang lebih baik tidak punya DPR," ucapnya.

Suasana rapat paripurna dalam HUT DPR, Kamis (29/8/2013). Lebih dari setengah anggota DPR tak hadir dalam rapat paripurna ini.
Suasana rapat paripurna dalam HUT DPR, Kamis (29/8/2013). Lebih dari setengah anggota DPR tak hadir dalam rapat paripurna ini. (| KOMPAS.com/Indra Akuntono)

Tak hanya itu, ia menuturkan masyarakat juga berkata lebih baik tidak punya partai tapi masyarakat yang terdidik.

Halaman
1234
Editor: Frandi Piring
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved