Nadiem Makarim Dapat Dukungan Hapus UN dari Guru dan Kepala Sekolah

Mantan Ketua PB PGRI Didi Suprijadi mengatakan mayoritas guru, kepala sekolah, dan pengawas setuju Mendikbud Nadiem Makarim hapus UN.

Nadiem Makarim Dapat Dukungan Hapus UN dari Guru dan Kepala Sekolah
KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMO
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makarim dan Menteri Keuangan, Sri Mulyani saat pelantikan menteri-menteri Kabinet Indonesia Maju di Istana Negara, Jakarta, Rabu (23/10/2019). Presiden RI Joko Widodo mengumumkan dan melantik menteri-menteri Kabinet Indonesia Maju. 

Sebab, nilai UN nantinya akan diakumulasikan juga dengan nilai UAS di sekolah.

"Jadi, kami PGRI setuju dan senang-senang saja. Tapi, harus hati-hati, pengalaman membuktikan bahwa masalah UN ini pernah geger juga, yang ada menterinya diganti.

Yang ada kurikulum sudah diganti dan naik lagi," tutur Didi.

"Siswa juga ini sebetulnya pada seneng sekali, tidak terbebani, tidak setres, tidak ada lagi istigosah, dan doa bersama," katanya.

Di tempat yang sama, Anggota Komisi X DPR RI dari fraksi PDI Perjuangan (PDIP), Putra Nababan menyampaikan, mayoritas fraksi DPR RI disebutkan setuju dengan rencana peniadaan Ujian Nasional (UN) pada 2021.

Hal itu terlihat saat rapat kerja bersama Mendikbud Nadiem Makarim beberapa waktu lalu.

Mendikbud Nadiem Makariem Segera Hapus UN, Dapat Komentar dari Ketua DPR RI Puan Maharani

Ketika itu, Putra menyebutkan Nadiem Makarim membeberkan kajiannya mengenai rencana penghapusan UN.

Tapi, tak ada satupun fraksi yang mengucapkan keberatannya terkait wacana penghapusan UN ini.

"Yang menentang menyebut 'saya tidak setuju dengan penghapusan UN' itu tidak ada," kata Putra.

Ia menyampaikan, kajian yang disampaikan oleh Nadiem soal rencana penghapusan UN juga telah dipahami seluruh anggota Komisi X DPR RI.

Halaman
1234
Penulis: reporter_tm_cetak
Editor: Sigit Sugiharto
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved