Nadiem Makarim Dapat Dukungan Hapus UN dari Guru dan Kepala Sekolah

Mantan Ketua PB PGRI Didi Suprijadi mengatakan mayoritas guru, kepala sekolah, dan pengawas setuju Mendikbud Nadiem Makarim hapus UN.

Nadiem Makarim Dapat Dukungan Hapus UN dari Guru dan Kepala Sekolah
KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMO
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makarim dan Menteri Keuangan, Sri Mulyani saat pelantikan menteri-menteri Kabinet Indonesia Maju di Istana Negara, Jakarta, Rabu (23/10/2019). Presiden RI Joko Widodo mengumumkan dan melantik menteri-menteri Kabinet Indonesia Maju. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Mantan Ketua Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia (PB PGRI) Didi Suprijadi mengatakan, mayoritas guru di Indonesia menyetujui adanya peniadaan Ujian Nasional (UN) di Indonesia.

Menurut Didi, harapan guru untuk meniadakan UN telah diinginkan sejak lama.

Hal itu terpotret dalam riset yang dilakukannya pada 2012 lalu.

Dari riset itu, diketahui mayoritas guru-guru Indonesia menyatakan sistim UN harus diubah atau dihapus dari sisitem pendidikan.

"Kita sudah melakukan riset kecil kecilan 2012, 70 persen guru menyatakan UN itu diubah atau dihapus," kata Didi dalam diskusi tentang 'Merdeka Belajar Merdeka UN', Sabtu (14/12).

Berdasar data, kata Didi, aspirasi serupa juga disampaikan oleh mayoritas kepala sekolah dan pengawas pendidikan.

Mereka, lanjutnya, semua setuju UN harus dihapuskan.

"Kepala sekolah juga 71 persen bilang sama, juga pengawas. Tapi, sampai sekarang seperti ini (masih ada UN). Memang UN ini bagi guru agak susah-susah gampang,

Mendikbud Hapus UN 2021, Begini Tanggapan Kadis Pendidikan Yusri Damopolii

masalahnya ada prinsip keadilan, tanggung jawab, dan akuntabilitas," ungkap Didi.

Dia mengatakan, guru meminta UN dihapus lantaran sekarang ini JUN tidak lagi jadi penentu mutlak kelulusan.

Halaman
1234
Penulis: reporter_tm_cetak
Editor: Sigit Sugiharto
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved