Waspadai Sindrom Patah Hati: Ditandai dengan Situasi yang Sering Stres dan Gampang Emosi

Namun apabila emosi atau stres sudah berlebihan, kita bisa terkena sindrom patah hati (Tokotsubo cardiomyopathy).

Waspadai Sindrom Patah Hati: Ditandai dengan Situasi yang Sering Stres dan Gampang Emosi
Internet
Benarkah emosi berhubungan dengan hipertensi? 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Pernakah anda merasa emosi tanpa sebab?

Tubuh merespons sesuatu atau kejadian dengan dengan rasa senang, marah, takut, dan sebagainya.

Respons tersebut dikenal sebagai emosi. 

Lazimnya emosi bisa dikontrol.

Namun apabila emosi atau stres sudah berlebihan, kita bisa terkena sindrom patah hati (Tokotsubo cardiomyopathy).

Beberapa pemicu sindrom patah hati antara lain kematian orang terdekat, diagnosis medis yang menakutkan, kehilangan pekerjaan, kejutan tiba-tiba, sampai konflik rumah tangga.

Apa Benar Hujan Memang Bikin Kurang Bahagia dan Galau? Berikut Penjelasannya

Melansir Kompas.com (7/3/2019), sindrom yang kali pertama diperkenalkan sejumlah dokter di Jepang ini terjadi ketika otot jantung tiba-tiba melemah dan mengakibatkan jantung berubah bentuk.

Gejala

Seperti dilansir WebMD (6/12/2019), terdapat beberapa gejala yang lazim menyambangi pengidap sindrom patah hati. Salah satunya nyeri dada.

Hal itu didasarkan hasil riset dengan melibatkan 30 pasien kanker di MD Anderson Cancer Center di Houston. Argumen diperkuat dengan laporan lain yang menyebut, seorang dokter menemukan pasien paru-paru kronis dan gangguan lambung akut juga mengalami nyeri dada.

Halaman
123
Editor: Gryfid Talumedun
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved