Demo Nelayan
UPDATE Theo Runtuwene : Kita akan Pantau Hasil-hasil yang Disampaikan DPRD dan Pemprov
Masyarakat mengesalkan sebagian pihak yang tak bertanggung jawab melakukan penggusuran secara paksa tanpa melibatkan putusan pengadilan.
Penulis: Dewangga Ardhiananta | Editor: Alexander Pattyranie
TRIBUNMANADO.CO.ID - Sebelumnya gabungan organisasi dan masyarakat Forum Keadilan Agraria Bagi Petani dan Nelayan Sulawesi Utara (Sulut) melakukan aksi damai di depan kantor DPRD Sulawesi Utara (Sulut) sekira pukul 14.30 Wita, Kamis (12/12/2019) kemarin.
Aksi damai tersebut berjalan tertib dan aman serta perwakilan dari pengunjuk rasa tersebut diterima untuk negosiasi atau penyampaian aspirasi di dalam ruang rapat lantai 2 Gedung DPRD Provinsi Sulawesi Utara (Sulut).
Setelah penyampaian aspirasi berlangsung lancar meskipun memakan waktu beberapa jam.
Masyarakat mengesalkan sebagian pihak yang tak bertanggung jawab melakukan penggusuran secara paksa tanpa melibatkan putusan pengadilan.
"Jadi kita meminta DPRD untuk melakukan hearing dan mereka mengiyakan akan melakukan hearing pada Januari 2020 serta mengundang pihak-pihak terkait pemerintah kabupaten/kota, provinsi untuk menyelesaikan itu," kata Theo Runtuwene, korlap aksi damai, Kamis (12/12/2019).
Ia menambahkan, tentunya memang DPRD hanya memfasilitasi masyarakat untuk melakukan hearing.

"Kan yang menjadi masalah di sini objek sengketa tanah jadi otomatis harus diundang BPN dalam hal ini," jelasnya.
Jadi di provinsi sendiri forum ini ditunggu pada Senin, 16 Desember 2019 pukul 10.00 Wita oleh asisten satu dan Gubernur untuk membicarakan permasalahan tersebut di Kantor Gubernur.
"Kira-kira mungkin itu yang menjadi hasil pada negosiasi tadi dan kita tetap akan memantau hasil-hasil yang disampaikan oleh DPRD dan Pemerintah Provinsi," ujar Theo.
Ia berharap pada Hari HAM ini, ketidakadilan hak asasi manusia yang ada di Sulawesi Utara bisa berkurang dan bisa selesai dengan baik.
"Karena memang kami melihat hak asasi manusia ini kalau bicara soal perebutan tanah antara masyarakat dan investor ada kriminalisasi, gesekan-gesekan bahkan ada korban jiwa," tuturnya.
Pungks Theo, semoga hal tersebut tidak terjadi di tanah Sulawesi Utara, tanah Minahasa maupun di tanah masyarakat semua.
(Tribunmanado.co.id/Dewangga Ardhiananta)
BERITA TERPOPULER :
• Said Aqil Siradj: Di Malang Ada Pengusaha yang Kuasai Proyek, Mana Toleransi Ekonominya?
• Chairul Tanjung Murka Saat Terima Laporan Ari Askhara Terkait Jumlah Saham di Garuda Indonesia
• Baca Surah Ini Pada Hari Jumat, Anda Akan Mendapatkan Cahaya yang Terang di Hari Kiamat
TONTON JUGA :