Karpet Merah PDIP untuk James: Begini Peluangnya di Pilkada Manado

Bentrok di Pilkada Kota Manado panas! Bupati Minahasa Tenggara James Sumendap akhirnya memperoleh tiket very very important person

Karpet Merah PDIP untuk James: Begini Peluangnya di Pilkada Manado
ISTIMEWA
Olly Dondokambey (kiri) bersama James Sumendap (kanan). 

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO – Bentrok di Pilkada Kota Manado panas! Bupati Minahasa Tenggara James Sumendap akhirnya memperoleh tiket very very important person (VVIP) ikut kontestasi calon wali kota Manado melalui PDIP. Sang ‘gladiator’ akan bertarung memperebutkan jatah banteng untuk mengusung pasangan calon kepala daerah di Pilkada Manado 2020.

Kemenangan Pertama Antonsen Tak Membantu Jonatan Untuk Lolos Semifinal

Sempat terhempas di persaingan kala nama Bupati Mitra ini tak masuk daftar figur yang diundang PDIP untuk mendaftar, belakangan JS masuk ke daftar figur unggulan setelah DPP PDIP mengakomodir pendaftaran JS sebagai calon.

Total ada 14 calon bersaing di PDIP. Selain JS, tiga nama figur eksternal juga dapat tiket VVIP PDIP yakni Mor Bastian (Partai Demokrat), Harley Mangindaan (Demokrat) dan Ayub Ali (PAN). Franky Wongkar, Sekretaris DPD PDIP Sulut membenarkan, 4 figur diberi tiket 'VVIP' untuk mendaftar, meski pendaftaran calon di tingkat DPD sudah ditutup. "Telah dikomunikasikan karena ini untuk kepentingan partai," ungkapnya kepada tribunmanado.co.id.

Masuknya JS membuka peluangnya jadi figur yang akan diusung. Sebelumnya yang dijagokan figur internal Bupati Minahasa Roy Roring, Ketua DPRD Sulut Andrei Angouw dan Anggota DPRD Sulut Richard Sualang. "Namanya pendaftaran semua punya peluang," ujarnya. Nanti akan dilakukan penyaringan oleh tim DPP PDIP, akan melalui survei, wawancara dan psikotes. Ternasuk, kata Franky, peluang koalisi dengan partai lain dari figur eksternal yang diakomodasi PDIP.

Di kubu Partai Golkar, figur utama calon wali kota Manado Jimmy Rimba Rogi alias Imba diterpa isu tak sedap bakal tersingkir dari panggung Pilkada Manado. Pasca keluar keputusan MK soal aturan eks narapidana harus jeda 5 tahun dulu usai bebas dari hukuman baru bisa ikut pilkada.

Pihak Imba masih optimistis aturan itu tak bakal menjegal Imba. Mereka yakin Imba akan diusung Golkar. Setidaknya ada dua perdebatan soal status bebas murni Imba. Kubu Imba memegang surat bebas murni per 29 Desember 2014 dari Lapas Sukamiskin. Jika menggunakan dasar ini, Imba sudah melalui jeda 5 tahun.

Sementara Kemenkumham pernah mengeluarkan surat menyatakan Imba bebas murni per Desember 2017. Hal tersebut sebagaimana tertuang dalam surat dari Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan HAM bernomor PAS1.PK.01.05-07.

Juru Bicara Partai Golkar Sulut, Feryando Lamaluta menyampaikan, optimisme Imba tetap bisa ikut Pilkada. Tapi bukan berarti Golkar mengesampingkan masalah ini. Diakuinya ada tafsir berbeda. "Kita akan bahas ini, karena kita juga baru selesai munas, nanti dirapatkan, " katanya.

Prabowo-Mahfud Bahas 3 WNI Disandera Abu Sayyaf

Golkar tentu punya alternatif rencana menghadapi semua kemungkinan yang ada. Pastinya Golkar sudah menjaring figur selain Imba, ada Yongkie Limen, Marthin Tumbelaka, Rio Permana, Nova Sumolang yang sudah mendaftar di Golkar.

Andrei Angouw Siap Tarung di Pilkada Manado, 'Perjuangan Tidak Ada Setengah Hati'
Andrei Angouw Siap Tarung di Pilkada Manado, 'Perjuangan Tidak Ada Setengah Hati' (ryo noor/tribun manado)

Nasdem-Demokrat
Satu paket koalisi yang mencuat sejauh ini yakni Nasdem-Demokrat. Demokrat belum membuka tahap penjaringan, tapi dua figur partai berlambang mercy itu sudah mendaftar di Nasdem. Keduanya yakni Mor Bastian Wakil Wali Kota Manado dan Harley Mangindaan mantan Wali Kota Manado.

Halaman
123
Penulis: reporter_tm_cetak
Editor: Lodie_Tombeg
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved