Istri Bupati Agung Ditelisik KPK soal Penerimaan Suap Suami

Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa Endah Kartika Prajawati, istri Bupati nonaktif Lampung Utara, Agung Ilmu Mangkunegara

Istri Bupati Agung Ditelisik KPK soal Penerimaan Suap Suami
kompas.com
Endah Kartika Prajawati 

TRIBUNMANADO.CO.ID, JAKARTA - Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa Endah Kartika Prajawati, istri Bupati nonaktif Lampung Utara, Agung Ilmu Mangkunegara, soal sejumlah penerimaaan dugaan suap suaminya. Agung Ilmu merupakan tersangka penerima suap terkait proyek di Dinas PUPR dan Dinas Perdagangan di Kabupaten Lampung Utara.

Juru bicara KPK Febri Diansyah mengatakan selain memeriksa Endah, penyidik juga memeriksa tiga saksi lainnya untuk tersangka Agung Ilmu Mangkunegara. Ketiga saksi berasal dari unsur pensiunan Kepala Dinas Pendidikan Lampung Utara, Kepala Bidang Dinas Pendidikan Lampung Utara, dan Sekretaris tim sukses bupati.

Karpet Merah PDIP untuk James: Begini Peluangnya di Pilkada Manado

Endah dan tiga saksi lainnya diperiksa penyidik KPK di kantor Perwakilan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Provinsi Lampung, Kota Bandar Lampung, Lampung, Jumat (13/12).

Selain penerimaan oleh Agung Ilmu selaku bupati, penyidik juga menanyakan para saksi itu soal proses pengelolaan APBD Lampung Utara juga tak luput dari penelusuran penyidik dalam pemeriksaan.

"KPK mendalami pengetahuan para saksi terkait dengan sejumlah penerimaan tersangka AIM sebagai bupati Lampung Utara dan mendalami proses pengelolaan APBD," ujar Febri.

Dalam kasus ini, KPK menetapkan enam orang sebagai tersangka. Mereka antara lain, Bupati Lampung Utara yang telah dinonaktifkan, Agung Ilmu Mangkunegara; orang kepercayaan Agung, Raden Syahril; Kepala Dinas PUPR, Syahbuddin; dan Kepala Dinas Perdagangan, Wan Hendri. Dua orang lainnya merupakan pihak swasta, yakni Chandra Safari dan Hendra Wijaya Saleh.

Rekam jejak Febri Diansyah, Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Rekam jejak Febri Diansyah, Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). (Istimewa/via Netizenku)

Keenamnya dijerat atas kasus dugaan suap proyek-proyek di Dinas PUPR dan Dinas Perdagangan Pemkab Lampung Utara.

Agung diduga menerima suap dari pihak swasta terkait proyek di Dinas Perdagangan dan Dinas PUPR Kabupaten Lampung Utara dengan total sekitar Rp1,3 miliar.

Diduga Agung menerima suap dari Hendra senilai Rp300 juta melalui Wan Hendri dan Raden Syahril terkait suap proyek di Dinas Perdagangan. Proyek itu adalah pembangunan pasar tradisional desa Comook Sinar Jaya, kecamatan Muara Sungkai dengan nilai proyek Rp1,073 miliar.

Kemudian terkait pembangunan pasar tradisional desa Karangsari kecamatan Muara Sungkai Rp1,3 miliar, dan konstruksi fisik pembangunan pasar Rakyat Tata Karya (DAK) Rp3,6 miliar.

Halaman
123
Penulis: reporter_tm_cetak
Editor: Lodie_Tombeg
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved