Pilwako Solo

Gibran Rakabuming Maju Pilwako, Nama Jokowi Tercoreng, Pengamat: Tinta Negatif untuk Ayahnya

Situasi majunya Gibran di Pilwako Solo bisa membuat adanya dinasti politik di era kepemimpinan Presiden Joko Widodo

Gibran Rakabuming Maju Pilwako, Nama Jokowi Tercoreng, Pengamat: Tinta Negatif untuk Ayahnya
TribunSolo.com/Adi Surya
Anak Presiden Joko Widodo (Jokowi), Gibran Rakabuming Raka mengurus pembuatan kartu tanda anggota (KTA) di Kandang Banteng kantor DPC PDI Perjuangan (PDIP) Solo, Senin (23/9/2019). 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Pemilihan Wali Kota Solo dipastikan akan dikuti oleh anak sulung Presiden Jokowi yaitu, Gibran Rakabuming.

Situasi majunya Gibran di Pilwako Solo bisa membuat adanya dinasti politik di era kepemimpinan Presiden Joko Widodo.

Pengamat komunikasi politik Universitas Paramadina, Hendri Satrio melihat apabila Gibran benar-benar terjun di politik saat Jokowi masih memimpin di Indonesia, maka akan menorehkan tinta negatif di sejarah Indonesia.

Pasalnya, kata dia, hingga saat ini tak pernah ada anak Presiden yang turut maju dalam perhelatan politik ketika memimpin.

Bahkan, Hendri menyampaikan di era kepemimpinan Soeharto yang berlangsung 32 tahun, tak ada anak-anaknya yang terjun ke politik.

"Sekarang terserah Gibran tetap mau menjaga tinta positif sejarah Indonesia dalam berpolitik bagi Jokowi tentunya, atau berkontribusi menorehkan tinta negatif untuk ayahnya," kata dia.

"Karena akan dicatat oleh sejarah sebagai presiden pertama yang anaknya maju ke perhelatan pilkada sebagai Walikota. Belum ada itu, Soeharto aja 32 tahun nggak kayak gitu," tandasnya.

Ditolak PDIP? Gibran Rakabuming Siap Ditampung Partai Gerindra: Bukan Seperti Orde Baru

Sebelumnya diberitakan, Ketua DPP PDI Perjuangan Puan Maharani menyebut, peluang putra Presiden Joko Widodo (Jokowi), Gibran Rakabuming Raka untuk maju sebagai calon Wali Kota Solo masih terbuka lebar, meski DPC PDIP Solo telah memiliki calonnya sendiri.

Puan menegaskan, kesempatan Gibran masih sama dengan calon-calon lainnya yang juga ikut mendaftar. Adapun mekanisme pendaftaran, kata dia, dapat melalui DPC, DPD, dan DPP.

“Jadi mendaftar di DPC, mendaftar di DPD, kemudian kalaupun di DPD itu sudah tutup, kemudian yang bersangkutan itu bisa mencalonkan melalui DPP partai. Jadi jenjang itu sebenarnya masih bisa dilakukan dan mekanisme itu bisa saja dilakukan," ucap Puan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (28/10/2019).

Halaman
1234
Editor: Rhendi Umar
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved