Nasional

Nadiem Makarim Mengganti dan Menghapus Ujian Nasional, Lihat Sejarahnya Ujian Akhir di Indonesia

Ujian Nasional diganti oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim dengan program asesmen kompetensi minimum dan survei karakter pada 2021.

Nadiem Makarim Mengganti dan Menghapus Ujian Nasional, Lihat Sejarahnya Ujian Akhir di Indonesia
Kolase Foto: Tribunnews/Jeprima/Tribun Timur
Ujian Nasional Dihapus - Program AKMSK jadi Pengganti 

Persentase kelulusan sangat tinggi bahkan dapat dikatakan semua peserta didik lulus (100 persen). Namun mutu lulusan tidak dapat diperbandingkan.

4. Ebtanas dan Ebta (Periode 1980-2002)

Ujian Sekolah berganti menjadi Evaluasi Belajar Tahap Akhir Nasional atau Ebtanas (untuk mata pelajaran pokok) dan Ebta (untuk mata pelajaran non-Ebtanas).

Tujuan dari Ebtanas dan Ebta adalah untuk memperoleh Surat Tanda Tamat Belajar (STTB).

Pada awal diberlakukannya mata pelajaran yang diujikan dalam Ebtanas adalah Pendidikan Moral Pancasila (PMP).

Pada tahun berikutnya ditambah dengan beberapa mata pelajaran lainnya.

Sejumlah mata pelajaran pokok diujikan melalui Ebtanas. Sedangkan mata pelajaran lainnya diujikan melalui Ebta.

Bahan Ebtanas yang berupa kumpulan soal disiapkan oleh pusat (Dit. Pendidikan Dasar dan Menengah).

Sedangkan bahan ujian Ebta disiapkan oleh masing-masing sekolah/daerah/wilayah.

Pelaksanaan ujian dilaksanakan satu kali dalam satu tahun pelajaran yaitu pada akhir tahun pelajaran.

Nilai batas ambang TAMAT belajar adalah 6 (enam).

Persentase kelulusan Ebtanas sangat tinggi (hampir semua peserta didik Tamat), tetapi rata-rata nilai prestasi belajar peserta didik relatif rendah.

5. Ujian Akhir Nasional/UAN (Periode 2003-2004)

Ujian Akhir Nasional (UAN) diberlakukan pada 2003-2004.

Tujuan UAN adalah untuk (a) menentukan kelulusan, (b) pemetaan mutu pendidikan secara nasional, (c) seleksi ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi.

Bahan mata pelajaran yang diujikan adalah tiga mata pelajaran yaitu Matematika, Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris.

Tiga mata pelajaran ini disiapkan oleh Pusat Penilaian Pendidikan (Puspendik) dengan menggunakan soal-soal dari Bank Soal Nasional.

Untuk mata pelajaran lainnya disiapkan oleh sekolah atau daerah dengan menggunakan Standar Kompetensi Lulusan dan Panduan Materi dari Puspendik.

Kriteria kelulusan UAN tahun 2003 adalah (a) memiliki nilai seluruh mata pelajaran yang diujikan secara nasional, (b) tidak terdapat nilai < 3.00, (c) nilai rata-rata (UAN +UAS) minimal 6.00.

Sedangkan pada UAN tahun 2004 kriteria kelulusan adalah (a) memiliki nilai seluruh mata pelajaran yang diujikan secara nasional, (b) tidak terdapat nilai < 4.00, (c) nilai rata-rata (UAN +UAS) minimal 6.00.

6. Ujian Nasional/UN (Periode 2005-sekarang)

Istilah ujian menjadi Ujian Nasional (UN) pada tahun 2005 hingga sekarang.

Tujuan ujian ini adalah untuk (a) menentukan kelulusan, (b) membuat pemetaan mutu pendidikan secara nasional, (c) seleksi ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi.

Seluruh soal disiapkan okleh pusat dengan menggunakan soal-soal dari Bank Soal Nasional.

UN diselenggarakan oleh Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) dibantu Pusat Penilaian Pendidikan (Puspendik).

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Dihapus Mas Menteri Nadiem, Ini Perjalanan Ujian Nasional dari Masa ke Masa

Subscribe YouTube Channel Tribun Manado:

Editor: Handhika Dawangi
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved