News

Kualitas Beras Bulog Dikeluhkan Agen E-warong, Eko Hari Kuncahyo: Kami Minta Maaf

"Kita komunikasi dulu. Tapi kalau tidak ada langkah tegas, ya dengan terpaksa kita putus Mitra kerja dengan pihak Bulog," kunci Frangky.

Kualitas Beras Bulog Dikeluhkan Agen E-warong, Eko Hari Kuncahyo: Kami Minta Maaf
Istimewa
Foto penggantian barang kepada penerima manfaat yangg sadah kami lakukan di Kecamatan Ratahan Timur, Kabupaten Minahasa Tenggara, Sulut. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Agen E-warong mulai mempertanyakan kualitas beras Bulog yang diperuntukan sebagai Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) kepada masyarakat Minahasa Tenggara (Mitra).

Pasalnya beras yang dipesan sesuai kualitas yang dijanjikan, malah berbeda dengan hasilnya saat ditemui usai pengiriman.

Warga mulai tak percaya lagi dengan pasokan beras yang disalurkan pihak Badan Usaha Logistik (Bulog) Sulawesi Utara (Sulut) yang beredar di Minahasa Tenggara.

Salah satu warga yang mendapati hal tersebut yakni Tommy Polandos warga Kecamatan Ratahan selaku agen E-warong yang diperuntukan untuk penyalur BPNT di wilayahnya.

"Kami sebagai agen e-Warong memang sejak awal memesan, yakni beras dengan kualitas premium dengan harga yang sesuai. Akan tetapi disayangkan setelah sampai pada kami selaku agen, ternyata bukan beras kualitas premium, melainkan beras kualitas rendah," terang Tommy Polandos, salah satu agen e-warong dikecamatan Ratahan Timur saat dikonfirmasi kembali hari ini (12/12).

Sementara itu, keluhan tersebut datang tak hanya dari agen saja, melainkan masyarakat setempat mengeluhkan kualitas beras tersebut. Berdasarkan pengakuan warga, beras tersebut setelah dikonsumsi ada perbedaan pada kualitas rasa dan cepat menguning kualitas nasi yang telah jadi. .

"Memang benar seperti itu kualitas yang ada. Saya juga mengalami hal serupa. Untuk itu, sebagai agen saya langsung menghubungi pihak Bulog sesuai dengan nomor yang diberikan ke agen sebagai media komunikasi. Akan tetapi setelah kami mengeluh soal kualitas beras, justru saya dimarahi oleh pihak mereka," ungkap Pondalos.

Menanggapi hal tersebut, pihak Pemerintah kabupaten (Pemkab) Mitra melalui Dinas Sosial (Dinsos) selaku instansi terkait yang memiliki rana terhadap penyaluran BPNT ini mengaku sudah mendengar terkait masalah tersebut. Kepala Dinas (Kadis) Sosial Frangky Wowor mengungkapkan, pihaknya telah berkoordinasi dengan pihak Bulog sebagai Mitra kerja terkait hal tersebut.

"Sudah dihubungi ke pihak mereka terkait masalah tersebut. Dan pihak kami meminta kepihak mereka agar bisa menjelaskan, kenapa kualitas beras tak sesuai dengan yang diharapkan," ujar Wowor.

Pihaknya langsung mengultimatum, apabila hal ini tidak mendapat perhatian serius dari pihak Bulog, maka pihak Dinsos akan meminta seluruh agen e-warong untuk tidak lagi mengambil beras dari pihak Bulog.

Halaman
12
Penulis: Giolano Setiay
Editor: Maickel_Karundeng
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved