Berita Bolmong

Karena Cokelat Ingin Berhenti PNS, Gaji Lebih Tinggi dari Eselon 2

Deretan pohon cokelat menyambut tribunmanado.co.id kala memasuki Desa Konarom.

Karena Cokelat Ingin Berhenti PNS, Gaji Lebih Tinggi dari Eselon 2
ISTIMEWA
Roni Ajak Warga Taruhan Mobil, Penambang Jadi Petani Cokelat 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Deretan pohon cokelat menyambut tribunmanado.co.id kala memasuki Desa Konarom, Kecamatan Dumoga Barat, Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong), Sulawesi Utara, pekan lalu.

Di desa berpenduduk 900 jiwa ini, pohon cokelat bisa ada di mana saja.

Di pekarangan, kebun, belakang rumah hingga puncak bukit.

Buahnya juga ada di mana mana : di atas meja makan, kursi, laci lemari kamar, tergeletak di tanah atau dalam tas sekolah.

Tribunmanado.co.id datang di masa buah cokelat masih muda.

"Anda salah datang. Jika datang di musim panen, anda akan melihat tanaman cokelat dijemur di depan semua rumah di sini," kata Amir seorang warga.

Desa Konarom dikenal sebagai desa "cokelat".

Data yang diperoleh tribunmanado.co.id dari kantor Kecamatan Dumoga Barat, hampir 90 persen warga Konarom adalah petani cokelat.

Harga cokelat yang cukup tinggi yakni Rp 35 ribu per kilogram, membuat petani Konarom hidup sejahtera.

Secara kasat mata terlihat rumah warga semuanya beton, beda dengan rumah desa sekitar yang terbuat dari kayu.
Pemukiman bersih, drainase tertata rapi.

Halaman
1234
Penulis: Arthur_Rompis
Editor: Alexander Pattyranie
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved