Berita Ekonomi

Aprindo Bilang Kesulitan Uang Logam, Begini Penjelasan BI Sulut!

Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Sulut memastikan sejatinya tidak terjadi kelangkaan uang receh atau uang logam di Bumi Nyiur Melambai.

Aprindo Bilang Kesulitan Uang Logam, Begini Penjelasan BI Sulut!
TRIBUN MANADO/FERNANDO LUMOWA
Ilustrasi uang logam rupiah berbagai pecahan. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Sulut memastikan sejatinya tidak terjadi kelangkaan uang receh atau uang logam di Bumi Nyiur Melambai.

Kepala Tim Sistem Pembayaran dan Pengelolaan Uang Rupiah (SP PUR) NI Sulut mengatakan, setiap bulan BI memasok Rp 1,9 miliar ke masyarakat.

Persoalan muncul ketika uang itu tak beredar sebagaimana mestinya dan tertahan di tangan masyarakat atau pedagang.

"Bayangkan, tiap bulan itu miliaran disebar tapi tak ada sekeping pun yang kembali ke BI," kata Jesaja, Rabu (11/12/2019)

Apa yang ia maksudkan, uang logam kembali ke BI melalui penukaran di bank ataupun langsung ke BI.

"Kan seharusnya ada yang kembali, khususnya UTLE (Uang Tidak Layak Edar)," katanya.

Ia bilang banyaknya uang logam yang tertahan di masyarakat disebabkan banyak faktor.

Pertama, banyak ritel kecil dan toko-toko sedang dan kecil yang menolak menerima pembayaran tunai pakai uang logam.

Selanjutnya, di wilayah tertentu seperti kepulauan yang tak lagi menggunakan kartu uang logam sebagai alat pembayaran.

"Harus diakui di kepulauan memang seperti itu. Transportasi antarpulau, repot jika harus bawa-bawa uang logam. Kan berat," katanya.

Halaman
12
Penulis: Fernando_Lumowa
Editor: Alexander Pattyranie
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved