Video Viral

Video Viral Remaja Dibiarkan Tewas Tenggelam, Tak Ditolong Temannya Saat Mandi di Sungai: Serius Itu

Sampai video berakhir, tampak orang-orang yang berada di sekitar sungai itu, tidak berinisiatif menyelamatkan remaja tersebut.

Video Viral Remaja Dibiarkan Tewas Tenggelam, Tak Ditolong Temannya Saat Mandi di Sungai: Serius Itu
Capture Instagram @makassar__iinfo
Video Viral remaja meninggal karena tenggelam saat mandi di sungai dan tidak ada yang menyelamatkannya. 

Dinas Pendidikan Klungkung berkoordinasi dengan pihak sekolah mempertemukan kedua siswi tersebut dan orangtua mereka.

"Pihak sekolah sedang ke rumah anak yang diduga terlibat di video tersebut, nanti dibina pihak sekolah," ungkap Kadis Pendidikan Klungkung, Dewa Gede Darmawan,

Tonton Videonya:

Sekira pukul 11.00 Wita, Jumat (26/4/2019), I Dewa Gede Dharmawan melakukan mediasi dan pembinaan bersama pihak sekolah.

Kedua pelajar beserta orang tuanya datang ke sekolah.

Dalam pertemuan itu, kedua belah pihak sepakat berdamai.

Kasat Reskrim Polres Klungkung AKP Mirza Gunawan menjelaskan, sesuai keterangan pelaku, pemicu perkelahian itu karena tersinggung.

"Remaja yang terlibat perkelahian ini bersahabat," jelas Mirza Gunawan, Jumat (27/4/2019)

Masalah bermula saat keduanya sepakat untuk tidak masuk sekolah.

Namun satu di antaranya justru masuk sekolah sehingga disebut pengkhianat. Mereka pun saling ejek hingga menantang untuk duel.

"Lalu terjadilah perkelahian itu. Tadi kedua belah pihak dan orangtuanya sudah ke sekolah untuk dimediasi," jelas Mirza Gunawan.

Dulu Menjadi Korban

Menurut Pikolog Ida Ayu Saraswati Indrahani, secara mental, anak-anak atau remaja yang menjadi pelaku tindak kekerasan biasanya dulu menjadi korban.

"Jadi dia mendapatkan kekerasan baik yang dilihat secara visual atau yang dia rasakan secara langsung atau menonton," ujar Ayu Saraswati saat ditemui di Dian Selaras Konsultan Psikologi, Jalan Tukad Gangga IV No. 12 Panjer, Denpasar, Bali, Jumat (26/4/2019).

Dikatakannya, emosi anak dan remaja umumnya masih labil.

Hal itu yang menyebabkan mereka melakukan sesuatu tanpa dipikir secara matang dahulu.

"Jadi dia berusaha mencari perhatian di luar atau melampiaskan yang dia rasakan itu di luar atau kepada teman-temannya. Bisa juga dia ingin menunjukkan rasa kehebatannya," kata Ayu Saraswati.

Saraswati menekankan pentingnya peran orangtua melakukan pengawasan terkait penggunaan medsos dan memberikan pemahaman soal nilai dan norma sosial yang berlaku di lingkungan sekitar.

"Itu yang paling penting. Apalagi ketika orangtua bertengkar, dianjurkan agar tidak terlihat anak karena anak bisa mencontoh atau meniru dan mempraktikkannya kepada orang lain. Saya dapat banyak kasus pelaku anak-anak melakukan tindakan kekerasan itu, jika ditarik ke latar belakang, pasti kebanyakan keluarganya tidak beres. Dalam artian broken home, peran orangtua yang tidak menonjol, orangtua yang terlalu otoriter, dan bisa jadi si anak terlalu dimanja," tutupnya.

Video Viral Sekelompok Orang Bawa Celurit saat Pemilihan Kades di Madura, Begini Kata Polisi

Tonton Juga:

Penulis: Frandi Piring
Editor: Frandi Piring
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved