Pendaftaran Nasdem

Elly-VAP Optimistis Hadapi ODSK di Pilkada 2020

Elly Engelbert Lasut (E2L) dan Vonnie Anneke Panambunan (VAP) mendaftar bakal calon gubernur di Partai Nasdem, Senin (9/12/2019).

(KOMPAS.com/SKIVO MARCELINO MANDEY)
Bupati Talaud terpilih Elly Engelbert Lasut saat mendaftar bakal calon gubernur di Kantor DPW NasDem Sulut, Senin (9/12/2019) 

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO – Elly Engelbert Lasut (E2L) dan Vonnie Anneke Panambunan (VAP) mendaftar bakal calon gubernur di Partai Nasdem, Senin (9/12/2019). Bupati Kepulauan Talaud terpilih dan Bupati Minahasa Utara ini optimistis merebut kemenangan dari petahana Olly Dondokambey-Steven Kandouw (ODSK).

Elly dikawal pendukungnya menyambangi Kantor DPW Partai Nasdem Sulut. Ia sempat menyentil pelantikannya yang tertunda hingga saat ini, meski sudah menangkan Pilkada Talaud pada 2018. Dilantik maupun belum dilantik sebagai Bupati Talaud, Elly mengukuhkan diri maju di Pilgub Sulut 2020. "Saya tetap maju cagub, baik saya dilantik atau belum dilantik," kata Ketua DPW Partai Berkarya Sulut ini, kemarin.

Ia yakin Nasdem akan mengusungnya sebavai cagub Sulut. Ia memang tak mendaftar di partai lain selain Nasdem. "Tidak ada partai lain, saya hanya di Nasdem. Jika Nasdem tidak mengusung, saya tidak ikut sebagai cagub," ujarnya. Bila diusung Nasdem, ia yakin 100 persen menang. "Ini optimisme saya, pemikiran saya menang, yakin bisa menang pemilihan gubernur," kata suami Telly Tjanggulung ini.

Elly didampingi Ketua DPW Nasdem Sulut Max J Lomban yang datang mendaftar sebagai calon wali kota Bitung di Nasdem. "Saya datang ke sini tulus, beri dukungan dan support kepada kakak Max berusaha berjuang menangkan hati rakyat membangun Bitung lebih baik lagi," kata Elly, sapaannya.

Di mata Elly, Lomban adalah pemimpin yang dewasa. Kedatangannya untuk beri dukungan dan support. Dia berharap Lomban dapat melanjutkan kepemimpinan di Bitung periode 2021 - 2026.

Max J Lomban datang daftar calon wali kota Bitung di sekretariat DPD Nasdem Bitung didampingi Elly Lasut Bupati Talaud terpilih
Max J Lomban datang daftar calon wali kota Bitung di sekretariat DPD Nasdem Bitung didampingi Elly Lasut Bupati Talaud terpilih (christian wayongkere/tribun manado)

Di hadapan massa yang mengantar Lomban, suami tercinta Telly Tjanggulung ini menceritakan tentang tanggal 9 Desember. Tanggal 9 2019 Max Lombam daftar bakal calon wali kota Bitung. "9 Desember 2003 waktu jadi Ketua DPRD Talaud, punya cerita. Saya pernah dikejar masyarakat Talaud ada yang bawa sajam," kenang ayah dari Hillary Lasut ini.

Massa berjalan dari rumah pemenangan Max Lomban, di belakang GMIM Sion, Kelurahan Madidir Unet, Kecamatan Madidir Bitung. Mereka mendampingi Wali Kota Bitung pergi ke Serketariat DPD Partai Nasdem Bitung di Jalan Madidir.

Tiba di depan sekretariat DPD Nasdem Bitung rombongan disambut tarian Kabasaran. Nampak menyambut Lomban, ada Ramlan Ifran Sekretaris DPD Nasdem Bitung dan Alaxander Nyong Wenas Anggota DPRD Bitung dari Nasdem.

Dia juga berterima kasih kepada Nasdem melalui Tim Penjaringan yang diketuai Keegen Kojoh serta pengurus DPD Nasdem Bitung telah menerimanya. "Apa yang sudah dia serahkan agar kiranya disampaikan jika masih ada kekurangan, untuk dilengkapi," kata Lomban.

Vonny Panambunan Daftar Cagub di Nasdem
Vonny Panambunan Daftar Cagub di Nasdem (ISTIMEWA)

Di mengundang Tim Penjaringan dan DPD Nasdem untuk ramah-tamah di rumah pemenangannya di belakang Gereja Sion.

Kehadiran Elly sifatnya mengantar dan memberi support. "Tapi juga akan mendukung sepenuhnya untuk kemenangan saya. Tetapi sebaliknya, tentu saja sebagai calon wali kota akan mendukung sepenuhnya kakak Elly sebagai Gubernur Sulut yang sudah mendaftar sebagai Gubernur Sulut di Nasdem," kata dia.

Bersama Ely Lasut nampak ada Nick Adicipta Lomban, Ketua DPK PKP Indonesia Superman Boy Gumolung, Ketua BKSUA Bitung Pdt Aser Esau mendampingi Max J Lomban mendaftar calon wali kota Bitung.

"Saya lihat teman-teman lama masih ada, juga bertambah dengan yang tidak bersama saya pada pemilihan lalu sudah bersama dengan saya," tambahnya.

Kojoh mengatakan, pihaknya sudah menerima formulir pendaftaran dan mengundang sejumlah bakal calon. Selanjutnya calon akan melengkapi pendaftaran kemudian menyerahkan kembali kepada Tim Penjaringan jika masih ada kekurangan. "Sampai saat ini, ada 11 calon yang mendaftar di Nasdem. Baik sebagai wali kota, wakil walikota dan keduanya," ujar Glen Lomban, Ketua Fraksi Nasdem DPRD Bitung.

Maju Pilgub Melalui Nasdem, Siswa Rahmat Mokodongan Ingin Mengabdi di Sulut
Maju Pilgub Melalui Nasdem, Siswa Rahmat Mokodongan Ingin Mengabdi di Sulut (Aji Sasongko/Tribun Manado)

Sebelum Elly, VAP lebih dulu mendaftar. VAP juga mendaftar sebagai cagub bersaing dengan Elly. "Saya selalu berdoa, bila Tuhan berkehendak, saya satu-satunya perempuan yang menjadi gubernur di Provinsi Sulut," kata Vonnie saat mendaftar di DPW Nasdem, Kelurahan Kairagi, kemarin.

Kehadiran VAP diterima Sekretaris DPW Nasdem Sulut Victor Mailangkay, Wakil Ketua Penjaringan/Ketua OKK DPW Sulut Peggy Rumambi, Sekretaris TIM Penjaringan Edwin Assa, Wakil Sekretaris Ivana Kaligis, Anggota Tim Penjaringan Stanli Mewengkang dan Niko Tampi.

Massa pendukung VAP padati Kantor DPW Nasdem Sulut. Bila terpilih nanti, VAP akan menaikkan harga cengkih dan kopra. "Cengkih dan kopra adalah komoditi unggulan pertanian di Sulut dan saat ini harganya anjlok, untuk itu perlu ada keseriusan dari pemerintah untuk menaikkan harga cengkih dan kopra," ujar Panambunan. VAP telah berkomitmen membesarkan Nasdem di Nyiur Melambai. "Mohon doakan saya. Saya akan berikan yang terbaik untuk Sulut," pungkasnya.

VAP naik bendi (roda kuda) diantar pendukungnya menyambangi Kantor DPW Nasdem Sulut. Usai menjalani proses pendaftaran, Bupati Minut ini memberikan pernyataan ke media. "Puji Tuhan 9 Desember saya bisa mendaftar di Nasdem untuk mencalonkan diri sebagai gubernur Sulut. Puji Tuhan, saya diterima baik," kata dia.

DPP Nasdem yang punya kewenangan menentukan calon yang diusung, ia menyerahkan sepenuhnya ke DPP. "Saya yakin dan percaya, saya kader Nasdem. Ketua Nasdem Minut, saya yakin. Saya berdoa, Tuhan mendengar doa saya," kata mantan Ketua DPD Gerindra Sulut ini.

Ia mengaku, tak mendaftar di partai lain, hanya di Nasdem. Nasdem memiliki 9 kursi DPRD Sulut, sehingga sudah cukup mengusung calon meski tanpa koalisi. "Tentunya saya yakin terpilih karena kader Nasdem. Saya ingin meningkatkan Nasdem di Sulut lebih besar lagi," ungkap Bupati Minut ini.

Ia memohon doa dan dukungan masyarakat. "Tentunya kalau saya diberikan kesempatan menjadi gubernur oleh Tuhan dan Nasdem. Saya tidak panjang lebar, mohon doa dari pendukung," kata dia. Vonnie mengaku, tak gentar siapapun lawannya. "Untuk maju di Sulut, saya tidak takut apapun, kecuali Tuhan. Lawan siapapun saya berani," katanya. Rambut di kepang dua dan memakai topi tani, VAP mendaftar di Kantor DPW Nasdem.

Decky Senduk, Tim dari VAP mengatakan, pendaftaran ini lain dari lainnya, karena VAP mencintai petani. "Ini ide dari ibu menggunakan delman pergi mendaftar. Intinya VAP merakyat untuk membangun Sulut yang lebih bagus dan akan berjuang untuk petani," ujar Senduk.

Kehadiran VAP di kantor DPW disambut sejumlah pengurus DPW NasDem Sulut. “VAP for Sulut,” teriak pendukung.

Siswa Rahmat Mokodongan, mantan Sekprov Sulut resmi mendaftarkan diri di Nasdem sebagai bakal calon wakil gubernur. Mokodongan mengatakan, dirinya datang dan mendaftarkan diri sebagai bentuk pertanggungjawaban atas undangan Nasdem.

"Sekaligus di dalamnya memiliki suatu tujuan untuk mengabdi kepada Sulut," sebutnya kepada tribunmanado.co.id di DPW Nasdem Sulut di Jalan Yos Sudarso, Kairagi Weru, Tikala, Manado.

Pria yang mengenakan pakaian adat ini mengaku setelah mempelajari visi dan misi Nasdem seperti ada panggilan jiwa. Dia mengatakan tidak akan mendaftar ke partai manapun setelah ini. "Tidak akan, cuma Nasdem saja. Cinta terakhir," ucapnya.

Dia datang ke DPW Partai Nasdem Sulut bersama beberapa tokoh adat. "Saya ingin memperlihatkan bahwa saya menjunjung tinggi kebudayaan. Tokoh-tokoh adat ini yang mewakili seluruh Bolaang Mongondow, yang masih kental dengan kebudayaannya," ujar Mokodongan. 

Pengamat Politik Ferry Liando: Pemerintah Berhati-Hati dan Ikut Keyakinan
Pengamat Politik Ferry Liando: Pemerintah Berhati-Hati dan Ikut Keyakinan (Istimewa)

Tiga Pasangan Cegah Polarisasi

Ferry Liando, Pengamat Politik dari Unsrat mengatakan, popularistas Elly Lasut tidak bisa diragukan lagi. Ia sangat dikenal di daerah ini. Indikatornya adalah meski pernah bermasalah hukum ketika menjabat kepala daerah, saat mencalonkan bupati, ia dipercaya lagi masyarakat Talaud menjadi pemimpin mereka.

Terpilih anaknya Hillary Brigitta Lasut sebagai Anggota DPR RI tidak lepas dari popularitas sang ayah. Istrinya bernama Telly Tjanggulung yang juga merupakan mantan Bupati Minahasa Tenggara akan semakin memperkukuh popularitas dia.

Namun demikian sepertinya Elly salah menggunakan jalur Nasdem. Sebab sejak awal Nasdem sudah berkomitmen untuk pencegahan korupsi. Nasdem berkomitmen menjadi partai yang bersih dari praktik korupsi.

Hal itu terbukti dengan sikap Nasdem terhadap kader yang terjerat korupsi, dan tidak mengusung calon legislatif (caleg) mantan narapidana korupsi pada pemilu tahun 2019.

Harus diakui bahwa salah satu sebab Nasdem memperoleh dukungan pemilih disebabkan karena semangat Nasdem memberantas korupsi. Syarat Nasdem tidak mencalonkan mantan narapidana korupsi kemungkinan besar syarat itu akan sama dengan syarat kepala daerah yang hendak diusung Nasdem.

Kekhawatiran terbesar adalah jika komitmen itu tetap menjadi pegangan Nasdem. Namun di satu sisi jika benar Elly mendaftar dan akan diusung oleh Nasdem maka kemungkinan pasangan calon akan terdiri dari pasang calon yakni ODSK, Tetty-Sehan Landjar dan Elly Lasut.

Kondisi ini akan sangat menguntungkan Sulut dari aspek kondusivitas. Jika ada tiga pasangan calon maka potensi terjadinya polarisasi kelompok besar akan sulit terjadi.

Pengalaman di berbagai daerah seperi DKI Jakarta bahwa jika terjadi dua polarisasi besar dalam pilkada maka masyarakat akan terbelah dan saling menyerang satu sama lain.

Namun jika tiga pasangan yang berkompetisi maka potensi ini bisa terhindar. Memang sebaiknya pasangan calon itu lebih dari dua pasang. Agar tidak terjadi saling menyerang antarkubu. Jadi tiga pasangan itu akan menguntungkan Sulut terutama soal keamanan. 

Alfons Kimbal
Alfons Kimbal (TRIBUN MANADO/DEWANGGA ARDHIANANTA)

Kimbal: Tanda Awas bagi Petahana

Sebelum berbicara ancaman terhadap petahana (ODSK). Semua warga negara punya hak politik untuk mencalonkan diri. Partai politik merekrut kader terbaik untuk menjadi calon pemimpin (cagub, cabup dan cawali).

Dinamika partai politik, rekrutmen bukan hanya dari kader terbaik tetapi juga figur di luar partai. Sebagai contoh, muncul figur A yang mencalonkan pada bukan partai asalnya.

“Terlepas parpol harus menghasilkan pemimpin, fungsi parpol adalah rekrutmen calon untuk menjadi pemimpin. Sehingga siapa saja silakan partai membuka kesempatan misalnya Vonnie Anneke Panambunan (VAP) dan Elly Engelbert Lasut,” kata dosen dari Unsrat ini, Senin (9/12/2019).

Menurut Alfons, ancaman Elly maupun VAP belum ke arah sana (petahana), karena masih proses pendaftaran. Di Nasdem, ada beberapa calon figur yang mencalonkan diri. Proses dari partai itu menentukan siapa calon yang akan diusung nanti. Apakah lewat partai yang mempunyai kursi yang pas atau ada koalisi partai.

“Baru dari situ bisa dilihat seberapa besar ancaman terhadap incumbent yaitu Olly Dondokambey,” katanya. Lanjut dia, Elly Lasut yang punya pengalaman dalam perpolitikan di Sulut memiliki potensi untuk mempengaruhi perilaku pemilih atau masyarakat.

Sehingga, Elly merupakan figur yang kuat jika ia masuk dalam kontestasi Pilkada 2020. Hal ini didasarkan karena Elly mempunyai basis meskipun belum dilantik sebagai Bupati Kepulauan Talaud tetapi ia pernah menjadi pemimpin di daerah tersebut.

Kedua, persoalan figur dari Elly dan juga anaknya Hillary Lasut merupakan persoalan figur keluarga. Selain itu, istrinya bernama Telly Tjanggulung dulu juga menjabat sebagai Bupati Minahasa Tenggara.

Menurut Alfons, pemimpin yang dekat dengan masyarakat juga memiliki pengaruh. Sehingga hal ini merupakan faktor figur keluarga. Ketiga, persoalan lain, dulu waktu itu Elly mencalonkan diri sebagai gubernur dengan kompetitornya Sinyo Harry Sarundajang.

Namun, saat itu Elly mencalonkan diri dan terjerat kasus serta masuk penjara sedangkan ia di dalam bui pun bersaing juga hampir seimbang. Elly yang dikenal luas masyarakat Sulut.

Alfons mengaku, menjadi tanda awas bagi calon lain bukan hanya terhadap Olly Dondokambey saja. Ia menambahkan, Elly bukan pemimpin politik yang sembarangan tetapi pemimpin politik yang mempunyai kapasitas, modalitas dan kemampuan.

Terbukti, tahun lalu pada Pilkada Talaud, Elly terpilih kembali menjadi bupati. “Terlepas terkena kasus kemarin tetapi citra politiknya di mata masyarakat merupakan pemimpin yang merakyat sewaktu memimpin di Kepulauan Talaud,” katanya. (fer/ryo/aji/crz/ang)

Penulis: reporter_tm_cetak
Editor: Lodie_Tombeg
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved