Dua Noni Sulut ‘Kontes’ di Pilkada 2020: Imba Adang Andrei di Manado

Sebanyak 50 figur internal dan eksternal PDIP mengikuti penjaringan calon kepala daerah untuk 7 Pilkada Serentak 2020 di Sulawesi Utara.

Dua Noni Sulut ‘Kontes’ di Pilkada 2020: Imba Adang Andrei di Manado
tribun manado/hans wijaya
Infografis Pilkada di Sulawesi Utara 

PDIP baru saja mengundang Verna sebagai bakal calon bupati/wakil bupati. Mantan kontestan Miss Indonesia ini harus bersaing dengan 7 figur lain. Semantara Golkar hampir pasti mengusung MEP menjadi suksesor Tetty Paruntu memimpin Minsel. Sejauh ini nama adik Bupati Minsel itu paling mengemuka, belum ada yang menyaingi.

Sedangkan Boltim dan Bolsel relatif terpusat pada beberapa tokoh yang bakal diusung secara koalisi. Contohnya Amalia Landjar, jagoan PAN telah diundang PDIP untuk mendaftar kepala daerah. Koalisi PDIP-PAN berpeluang di Boltim. Untuk Bolsel, petahana dari PDIP Iskandar Kamaru dan Dedi Abdul Hamid masih mendominasi.

Di Kabupaten Bolsel, PDIP relatif belum memilki penantang serius. Pasangan incumbent dengan jargon sebutan Berkah yakni Bupati Iskandar Kamaru dan Wakil Bupati Deddy Abdul Hamid jadi pasangan tunggal yang diajukan PDIP.

Di Kabupaten Boltim, persaingan ketat. PDIP harus membangun koalisi. PDIP banyak mengundang figur internal. Semisal Kader PAN Amalia Landjar, Putri Bupati Sehan Landjar. Incumbent Rusdi Gumalagit Wakil Bupati Boltim saat ini. Sejumlah birokrat, Oscar Manoppo, Uyun Pangalima, dan dr Yusnan Mokoginta. 

Taufik Tumbelaka Pengamat Politik. PDI Perjuangan tak akan Serahkan Posisi Menhan, Olly Dondokambey Kandidat Utama.
Taufik Tumbelaka Pengamat Politik. PDI Perjuangan tak akan Serahkan Posisi Menhan, Olly Dondokambey Kandidat Utama. (ryo noor/tribun manado)

Figur Cagub Mendokrak Cabup

Taufik Tumbelaka, Pengamat Politik Sulut menilai, pertarungan (pilkada) tiap daerah dinamis. Setiap daerah punya kasusnya sendiri. PDIP paling optimistis karena menargetkan sapu bersih. Target ini memecah konsentrasi dan energi.

Di saat PDIP berupaya memenangkan semua pertarungan, partai lain fokus di satu atau dua daerah. Paling penting pertarungan pilkada itu pertarungan figur. Mesin partai memang memengaruhi, tapi belum cukup karena partai harus menjual figur.

Calon punya elektabilitas tinggi yang paling berpeluang diusung. Masih ada sekitar 9 bulan hingga hari ‘H’. Nama calon sudah dilempar ke publik hasil survei kemudian akan menentukan bakal calon diusung partai.

Karena ini juga pilkada serentak figur calon gubernur sedikit banyak akan ikut mendongkrak figur bupati atau wali kota yang diusung partai. Makin tinggi elekrabilitas cagub, sedikit banyak bisa membantu elektabilitas calon wali kota/bupati yang diusung separtai. (ryo/dru)

Penulis: reporter_tm_cetak
Editor: Lodie_Tombeg
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved