News
Badan Bahasa Serius Menjadikan Bahasa Indonesia Sebagai Bahasa Internasional
"Pada tahun pertama kami berhasil mengirim 70 orang, tahun depan ada sekitar 200 orang," ujarnya, Minggu (8/12/2019).
Penulis: Isvara Savitri | Editor: Maickel Karundeng
TRIBUNMANADO.CO.ID - Permartabatan Bahasa Indonesia yang sedang gencar dilakukan oleh Balai Bahasa Sulut rupanya memiliki tujuan jangka panjang.
Tujuan tersebut adalah meningkatkan fungsi bahasa Indonesia dari bahasa nasional menjadi bahasa internasional.
Menurut Kepala Balai Bahasa Sulut, Supriyanto Widodo selain permartabatan saat ini Badan Bahasa dibawah naungan Kemendikbud juga fokus pada program Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA).
Pemerintah melalui program ini mengirimkan guru bahasa Indonesia ke seluruh penjuru dunia.
"Pada tahun pertama kami berhasil mengirim 70 orang, tahun depan ada sekitar 200 orang," ujarnya, Minggu (8/12/2019).
Program ini lebih mengutamakan pengiriman guru bahasa Indonesia ke negara-negara di daerah Asia seperti Asia Timur dan Timur Tengah.
Selain pengiriman guru bahasa Indonesia, yang penting dilakukan menurut Supri adalah penguatan bahasa Indonesia di dalam negeri serta perangkat-perangkat bahasa itu sendiri.
"Syarat tidak tertulis bahasa sebagai bahasa modern secara internasional adalah pembakuan mulai dari ejaan dan tata bahasanya. Orang asing mau belajar jadi mudah karena sudah ada patokannya," tambahnya.
Selain itu Indonesia juga memiliki alat ujinya sendiri yang bernama UKBI (Uji Kompetensi Bahasa Indonesia).
"UKBI ini bisa diakses orang asing maupun orang Indonesia sendiri untuk mengetahui seberapa jauh kemampuan bahasa Indonesia mereka," jelas Supri.
Selain itu, Peraturan Presiden (Perpres) no. 63 tahun 2019 yang mewajibkan penggunaan bahasa Indonesia di forum-forum resmi akan semakin memperkenalkan bahasa Indonesia di kancah internasional.
"Beberapa waktu lalu mantan Wapres Jusuf Kalla pidato di sidang umum PBB menggunakan bahasa Indonesia. Yang terakhir sekali saat Pelatih Pengganti Yeyen Tumena diwawancarai wartawan asing di Malaysia dia juga menjawab menggunakan bahasa Indonesia karena negara mewajibkan hal tersebut," terang Supri.
Selain pidato, menurut Supri karya ilmiah juga harus dipublikasikan menggunakan bahasa Indonesia.
"Boleh juga menggunakan bahasa Inggris, tapi hanya sebagai pendamping," tutupnya.
BERITA TERPOPULER :
• Kejelasan Susi Pudjiastuti untuk Pimpin BUMN, Menteri Erick Thohir: Figur Terbaik untuk Bank Mandiri
• Sempat Viral di Facebook, Tendang Pintu Gereja Sambil Mengancam Warga Pakai Pisau di Jalan
TONTON JUGA :
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/kepala-balai-bahasa-sulut-kepala-balai-bahasa-sulut-supriyanto-widodo.jpg)