Berita Bisnis

Ritel di Sulut Kekurangan Uang Koin, Nayoan : Tidak Mungkin Kembalian Diganti Permen

Aprindo Sulawesi Utara (Sulut) mengungkap ritel-ritel di Sulut yang kekurangan uang receh alias uang koin pecahan Rp 100, Rp 200, Rp 500 dan Rp 1000.

Ritel di Sulut Kekurangan Uang Koin, Nayoan : Tidak Mungkin Kembalian Diganti Permen
Mia Sisilia
Ilustrasi uang koin 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Sulawesi Utara (Sulut) mengungkap ritel-ritel di Sulut yang kekurangan uang receh alias uang koin pecahan Rp 100, Rp 200, Rp 500 dan Rp 1000.

Robert Nayoan, Sekretaris Aprindo Sulut mengatakan, pihaknya tak pernah mendapatkan pasokan yang koin yang cukup.

"Padahal, uang receh sangat dibutuhkan sebagai kembalian," kata Nayoan, belum lama ini.

Katanya, beberapa ritel di Manado pernah mencoba mengganti uang koin kembalian dengan permen.

"Jadi masalah. Konsumen protes, mereka bilang kalau begitu apa bisa kami bayar barang pakai permen juga? Kami kebingungaj," jelasnya.

Menurut Nayoan, Aprindo cuma dijatah Rp 60 juta uang koin sebulan.

Pengurus Aprindo Sulut yang dipimpin Ketua Andy Sumual dan Sekretaris Robert Nayoan dalam pelantikan DPP Aprindo 2019-2023
Pengurus Aprindo Sulut yang dipimpin Ketua Andy Sumual dan Sekretaris Robert Nayoan dalam pelantikan DPP Aprindo 2019-2023 (Istimewa)

Sedangkan jumlah ritel di Sulut, mencapai ratusan.

"Apalagi ini mendekati akhir tahun. Aktivitas belanja pasti naik," katanya.

Menanggapi keluhan tadi, Kepala Perwakilan BI Sulut, Arbonas Hutabarat mengatakan pihaknya akan mengatur ulang stok uang.

"Termasuk stok uang receh," jelasnya, Sabtu (07/12/2019).

Halaman
12
Penulis: Fernando_Lumowa
Editor: Alexander Pattyranie
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved