Garuda Indonesia

5 Kasus Kontroversial di PT Garuda Indonesia, Terbaru Penyeludupan Moge Harley Davidson

Masalah yang tengah menjadi viral di medsos, adalah kasus penyelundupan Harley Davidson dan sepeda Brompton yang kemudian membuat Direktur Utama.

Kolase Tribun Manado
Penyeludupan Harley Ilegal, Erick Thohir Bakal Langsung Tunjuk Plt Dirut Garuda Ashkara 

Dalam kasus pembelian mesin Garuda ini, mantan direktur utama Garuda Indonesia, Emirsyah diduga menerima suap sebesar €1,2 juta dan US$180.000 atau senilai total Rp 20 miliar serta dalam bentuk barang senilai US$ 2 juta yang tersebar di Singapura dan Indonesia.

Perusahaan manufaktur terkemuka asal Inggris, Rolls Royce diduga memberikan suap atas pembelian 50 mesin pesawat Airbus SAS pada periode 2005-2014 untuk Garuda Indonesia.

Pemberian suap atas pembelian pesawat Garuda itu itu dilakukan melalui Soetikno Soedarjo, beneficial owner Connaught International Pte. Ltd yang berlokasi di Singapura. Ini adalah perusahaan perantara atas pembelian 50 mesin pesawat Airbus SAS untuk Garuda.

Ketidakcocokan laporan keuangan Garuda

Garuda Indonesia mencatatkan laba bersih sebesar US$ 809.850 tahun 2018 .

Kinerja Garuda ini setara Rp 11,33 miliar.

Capaian kinerja Garuda Indonesia ini melonjak tajam dibanding 2017.

Garuda Indonesia tahun 2017 tercatat merugi US$216,5 juta.

Dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Garuda yang digelar 24 April 2019, dua komisaris Garuda yakni, Chairal Tanjung dan Dony Oskaria tidak setuju atas laporan keuangan Garuda Indonesia tersebut.

Mereka keberatan dengan pengakuan pendapatan Garuda Indonesia atas transaksi Perjanjian Kerja Sama Penyediaan Layanan Konektivitas Dalam Penerbangan antara PT Mahata Aero Teknologi dengan PT Citilink Indonesia, anak usaha Garuda.

Halaman
1234
Editor: Frandi Piring
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved