Garuda Indonesia

5 Kasus Kontroversial di PT Garuda Indonesia, Terbaru Penyeludupan Moge Harley Davidson

Masalah yang tengah menjadi viral di medsos, adalah kasus penyelundupan Harley Davidson dan sepeda Brompton yang kemudian membuat Direktur Utama.

Editor: Frandi Piring
Kolase Tribun Manado
Penyeludupan Harley Ilegal, Erick Thohir Bakal Langsung Tunjuk Plt Dirut Garuda Ashkara 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Permasalahan di perushaan pelat merah Indonesia kembali terjadi.

Salah satunya yang menjadi sorotan saat ini, permasalahan di PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA).

Masalah yang tengah menjadi viral di medsos, adalah kasus penyelundupan Harley Davidson dan sepeda Brompton yang kemudian membuat Direktur Utama (Dirut) Ari Askhara dipecat.

Namun jauh sebelum kejadian penyelundupan moge, Garuda Indonesia juga pernah dihadapkan pada kasus-kasus berat lainnya.

Siaran Pers kasus penyelundupan Harley Davinsion disampaikan oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani dan Menteri BUMN Erick Tohir, Kamis (5/12/2019)
Siaran Pers kasus penyelundupan Harley Davinsion disampaikan oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani dan Menteri BUMN Erick Tohir, Kamis (5/12/2019) ((Tangkap Layar Youtube Kompas TV))

Berikut ini deretan kasus yang pernah dihadapi Garuda Indonesia.

Skandal Garuda atas pembelian pesawat-pesawat terbang oleh manajemen maskapai

Kasus yang juga baru mencuat di persidangan baru-baru ini ternyata sudah terjadi balik ke tahun 2014 lalu. 

KPK kini telah menyelesaikan penyidikan kasus suap pengadaan pesawat dan mesin pesawat dari Airbus SAS dan Rolls-Royce PLC oleh Garuda Indonesia (Persero).

Kasus yang membebani Garuda ini akan masuk masa persidangan.

Dua tersangka pengadaaan 50 mesin Garuda ini adalah mantan direktur utama Garuda Emirsyah Satar dan Soetikno Soedargo pengusaha yang juga pemilik perusahaan Mugi Rekso Abadi.

Harley Davidson klasik berjenis Shovelhead
Harley Davidson klasik berjenis Shovelhead (KOMPAS.com/Ruly)

Dalam kasus pembelian mesin Garuda ini, mantan direktur utama Garuda Indonesia, Emirsyah diduga menerima suap sebesar €1,2 juta dan US$180.000 atau senilai total Rp 20 miliar serta dalam bentuk barang senilai US$ 2 juta yang tersebar di Singapura dan Indonesia.

Perusahaan manufaktur terkemuka asal Inggris, Rolls Royce diduga memberikan suap atas pembelian 50 mesin pesawat Airbus SAS pada periode 2005-2014 untuk Garuda Indonesia.

Pemberian suap atas pembelian pesawat Garuda itu itu dilakukan melalui Soetikno Soedarjo, beneficial owner Connaught International Pte. Ltd yang berlokasi di Singapura. Ini adalah perusahaan perantara atas pembelian 50 mesin pesawat Airbus SAS untuk Garuda.

Ketidakcocokan laporan keuangan Garuda

Halaman
1234
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved