Breaking News:

Kabar FPI

Sosok Jafar Shodiq Alattas, Anggota FPI Ditangkap Karena Hina Maruf Amin Diungkap Warga

Jafar Shodiq Alattas ditangkap karena menghina Wapres Maruf Amin dengan sebutan babi dalam ceramahnya.

Editor: Aldi Ponge
YouTube
Habib Jafar Shodiq Alattas 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Polisi menangkap anggota FPI  Jafar Shodiq Alattas pada  Kamis (5/12/2019).

Jafar Shodiq Alattas ditangkap karena menghina Wapres Maruf Amin dengan sebutan babi dalam ceramahnya.

Jafar Shodiq Alattas tinggal di rumah kontrakan di Jalan Tipar Tengah RT 01/10, Kelurahan Mekarsari, Kecamatan Cimanggis, Kota Depok, tampak sepi dan kosong,

Semenjak diamankan pihak kepolisian, kontrakan Jafar Shodiq memang tak ditempati oleh istri maupun kerabatnya.

"Kosong (kontrakannya), dia kan di situ tinggal sama istrinya."

"Tapi setelah penangkapan semalem, enggak ada orang sama sekali," kata Ketua RT 01 Witutu, saat ditemui di rumahnya yang berseberangan dengan Jafar Shodiq, Kamis (5/12/2019).

Kepada wartawan, Witutu mengisahkan kembali bagaimana Jafar ditangkap polisi pada Kamis (5/12/2019) dini hari.

Sebelum ditangkap, Witutu mengatakan Jafar sempat diinterogasi polisi terkait dugaan penghinaan terhadap Wakil Presiden Maruf Amin.

Dalam video ceramahnya yang viral di media sosial itu, Jafar diduga menyebut Wapres sebagai babi.

"Saya hanya menyaksikan saja. Pak Jafar mengakui video yang viral itu dirinya, dan video itu terpotong- potong, kata Jafar," jelas Witutu.

Namun, Witutu mengaku saat diinterogasi, polisi merasa keterangan Jafar tak jelas, sehingga memutuskan memboyongnya ke Kantor Bareskrim Mabes Polri.

"Habis itu saya enggak tahu lagi. Karena keterangan dari Jafar kurang jelas, akhirnya aparat kepolisian berjumlah lima orang itu meminta keterangan Jafar di kantor (polisi)," tutur Witutu.

Seusai tetangganya itu digelandang polisi, Witutu mengaku didatangi seseorang yang tak dikenalnya.

"Seorang pria datang ke rumah saya, mengaku pengacara Jafar."

"Dia (pengacara Jafar) menitipkan surat, kunci rumah, dan motor di rumah saya. Kebetulan istrinya tidak ada di rumah," papar Witutu.

Witutu pun mengaku baru mengetahui persoalan Jafar yang tersangkut masalah hukum itu, setelah video ceramahnya viral.

Sosok Jafar, kata Witutu, kurang dikenal oleh masyarakat sekitar Jalan Tipar Tengah, dan tidak bersosialisasi oleh masyarakat di lingkungan tersebut.

"Dia (Jafar) itu pendatang baru di lingkungan kami. Kurang lebih baru delapan bulan ngontrak," ungkap Witutu.

Bahkan, dirinya pun baru mengetahui Jafar seorang Habib atau penceramah setelah kasusnya mencuat.

Sebab, dari data KTP miliknya, Jafar dikenal warga sekitar bernama Shodiq, tanpa embel-embel Habib ataupun Jafar.

Saat ditanya mengenai adakah kegiatan pengajian atau lainnya yang dilakukan Jafar di rumah kontrakannya itu, Witutu menjawab tak ada.

"Malah saya tahunya tadi malam ada polisi bawa surat penangkapan (Jafar)," ucapnya.

Sebelumnya Wartakotalive memberitakan, Jafar Shodiq Alattas dikabarkan ditangkap Tim Tindak Dittipidsiber Bareskrim Polri.

Anggota Front Pembela Islam (FPI) itu dikabarkan diciduk di kediamannya di Jalan Tipar Tengah, Cimanggis Depok, Kamis (5/12/2019) sekitar pukul 01.00 dini hari.

Habib Jafar ditangkap setelah diduga menghina Wakil Presiden Maruf Amin dengan menyebut kata 'Babi' dalam ceramahnya beberapa waktu lalu.

Ceramah tersebut saat acara Tablig Akbar di Singkawang, Kalimantan Barat, 2 Januari 2019.

Penangkapan itu dibenarkan oleh Witutu, Ketua RT setempat, di kediaman rumah Habib Jafar.

Dari kesaksiannya, Habib Jafar dijemput oleh tim Mabes Polri.

"Jam setengah 12 itu dari kepolisian Mabes Polri itu permisi ke rumah, menanyakan ada enggak warga saya yang bernama Jafar Shodiq."

"Kebetulan kan rumahnya depan rumah, saya sebagai RT saya antar ke rumah beliau," kata Witutu saat dikonfirmasi, Kamis (5/12/2019).

Ketika didatangi, Habib Jafar ternyata tidak ada di kediamannya.

Tak lama menunggu, akhirnya Habib pun pulang bersama salah satu keluarganya, dan petugas membawa Jafar ke Mabes Polri untuk dimintai keterangan.

"Sekitar jam 12-an Pak Jafar-nya datang dan saya ajak ke rumah."

"Setelah itu dikasih tunjuk suratnya, sprin tugasnya dan dibawa ke mabes," ungkapnya.

Setelah penangkapan itu, kata dia, salah satu pengacara Habib Jafar pun mendatangi ke rumahnya untuk mengambil surat penangkapan.

"Kebetulan rumahnya kosong, istrinya ke tempat orang tuanya."

"Jam 3 itu pengacaranya datang ke rumah ngambil surat penangkapan kalau enggak salah," jelasnya.

Sementara, Karopenmas Humas Mabes Polri Brigjen Argo Yuwono menyatakan masih memeriksa kebenaran informasi tersebut.

"Cek dulu," ucapnya.

Habib Jafar diduga melanggar pasal 45A ayat 2 Jo 28 ayat 2 dan atau pasal 45 ayat 1 Jo pasal 27 ayat 3 UU 19 Tahun 2016 tentang ITE.

Sebelumnya, beredar video Jafar Shodiq bin Sholeh Alattas yang isinya diduga menghina Wakil Presiden Maruf Amin dengan sebutan binatang.

Maruf Amin mengaku telah memaafkan dan tak ingin memproses ucapan tersebut ke pihak kepolisian.

"Kalau bagi saya memang harus memaafkan orang," ujarnya di Kantor Wakil Presiden, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Rabu (4/12/2019).

Menurutnya, video itu telah ada sejak pemilihan presiden lalu.

Ia berharap, siapa pun untuk tidak mudah menebarkan kebencian yang berlebihan.

"Kan itu narasi permusuhan, narasi kebencian, berlebihanlah."

"Menurut saya itu tidak baik. Oleh karena itu supaya tidak diulangi lagi lah yang seperti itu," harapnya.

Ketua MUI nonaktif itu mengaku enggan mempidanakan Jafar Alattas meski telah menghinanya.

"Tidak (dipolisikan), mudah-mudahan tentu dia bisa menyadari saja dan mengubah cara bernarasi."

"Jangan menyampaikan pesan yang tidak baik," tutur Maruf Amin.

Video berjudul 'Habib Jafar Shodiq bin Sholeh Alattas' menyebut KH MA'RUF AMIN Ustdz babi' itu diunggah di YouTube pada 30 November 2019 lalu.

Habib Jafar Shodiq bin Sholeh Alattas dalam video itu menceritakan kisah Nabi Musa As versi Islam.

Berikut ini petikan isi video yang telah ditonton lebih dari 81 ribu kali itu.

Sebuah riwayat di mana di zaman Nabi Musa AS ada seseorang yang belajar dengan Nabi Musa AS ketika mendapatkan ilmu, ini orang menyebarkan ilmunya untuk duniawi.

Agama yang dia dapatkan dia jual untuk duniawi. Akhirnya Allah ubah dirinya menjadi seekor babi.

Nabi Musa kaget, nabi musa kaget ketika seseorang memberi tahu kepada Nabi Musa, 'Ya Musa ini adalah muridmu'. Ini babi. Kata nabi Musa ini babi.

Akhirnya Nabi Musa meminta kepada Allah, 'Ya Allah jadikan kembali ini muridku dari babi berubah lagi jadi manusia'.

Apa kata Allah? 'Ya Musa andaikan engkau berdoa dengan doanya para nabi, tidak aku kabulkan ini babi berubah lagi menjadi manusia'.

Tapi Allah beri tahu pada dia, kepada Nabi Musa Allah beritahu, 'Kalau engkau ingin tahu ya Musa kenapa muridmu aku ubah menjadi seekor babi karena ini muridmu telah menjual agama untuk duniawinya'.

Maka kalau ada zaman ustad-ustad sekarang andai kata ada ustad-ustad bayaran, ada ustad2 target yang di zaman Nabi Muhammad SAW, hidup di zaman Nabi Musa AS sudah berubah menjadi seekor babi.

Berarti ustad-ustad bayaran apa? (jamaah: babi). Apa? (babi). Apa? (babi). Saya tanya Maruf Amin babi bukan? (babi). Babi bukan? (babi). (*)

SUMBER: https://wartakota.tribunnews.com/2019/12/06/penghina-maruf-amin-tak-pernah-bergaul-nama-di-ktp-nya-cuma-shodiq-tanpa-habib?page=all

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved