Fadli Zon Tak Masuk Jubir Khusus Gerindra, Prabowo Pilih 5 Kader Partai
Prabowo menunjuk 5 kader Gerindra menjadi juru bicara (jubir) khusus partai. Namun, di antara mereka tak ada Fadli Zon dan Arief Poyuono.
Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Sigit Sugiharto
TRIBUNMANADO.CO.ID - Ketua Umum DPP Partai Gerindra Prabowo Subianto menunjuk lima orang kader partainya sebagai juru bicara (jubir) khusus partai.
Namun, di antara lima orang itu tidak ada nama Fadli Zon dan Arief Poyuono yang selama ini banyak memberi pernyataan di media massa.
Para juru bicara khusus itu adalah:
===Ahmad Muzani (Sekjen DPP Gerindra),
===Sufmi Dasco Ahmad (Wakil Ketua Umum DPP Gerindra),
===Sugiono (Wakil Ketua Umum DPP Gerindra),
===Habiburokhman (Ketua Bidang Advokasi DPP Gerindra), dan
===Ahmad Riza Patria (Ketua Bidang Kajian Kebijakan Politik DPP Gerindra).
Habiburokhman enggan mengomentari mengapa nama Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon dan Arief Pouyono tidak masuk dalam juru bicara (jubir) khusus.
Menurutnya, anggota jubir khusus Gerindra bisa bertambah dan dikurangi, tergantung evaluasi yang dilakukan Prabowo Subianto.
• Arief Poyuono dan Fadli Zon Tak Masuk Lima Jubir Khusus Gerindra : Maklum Saya Ini Bekas Kuli
"Ini (jubir khusus) masih bisa ditambah, masih bisa dikurangi, masih bisa berubah, kapan saja Pak Prabowo mau.
Jadi nggak apa apa, kalau di masa mendatang Pak Fadli Zon ditunjuk (sebagai jubir khusus)," ujar Habiburokhman, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (6/12).
Apakah karena Fadli Zon dikenal sering melontarkan kritik tajam kepada pemerintah?
"Bukan. Anda lihat di DPR Arteria Dahlan yang dari PDIP saja kadang keras terhadap mitra (pemerintah), itu kan mengkritisi. Begitu juga teman teman Partai NasDem juga bisa keras di parlemen," katanya.
Penunjukan jubir khusus disampaikan pertama kali oleh Sufmi Dasco Ahmad.
"Penunjukan juru bicara (jubir) khusus itu untuk memudahkan rekan rekan media mendapatkan informasi sikap resmi Partai Gerindra," kata Sufmi Dasco, di Jakarta, Jumat.
Dasco mengatakan, penunjukan jubir khusus tersebut akan dievaluasi secara berkala oleh Prabowo, bisa berkurang, bertambah, atau berubah jika diperlukan.
Menurutnya, sebagai partai pendukung pemerintah, Gerindra ingin para kadernya tetap fokus bekerja di bidang masing masing.
"Hal itu untuk memastikan suksesnya program program kerakyatan pemerintahan Jokowi Ma'ruf," ujarnya.
Habiburokhman menambahkan, keberadaan jubir khusus (jubirsus) agar pernyataan kader partai tidak ada yang 'offside' atau bertentangan dengan sikap resmi Partai Gerindra.
"Kurang lebih seperti itu. Karena kalau kita bermain sepak bola terlalu banyak 'offside', nanti tidak bisa bikin gol," kata Habiburokhman.
Dia mengatakan, di tiap parpol ada mekanisme komunikasi resmi partai sehingga partainya menginginkan agar sikap resmi Gerindra benar benar terserap publik.
Diharapkan, setelah Prabowo menunjuk jubirsus, masyarakat bisa tahu sikap resmi Gerindra terhadap suatu peristiwa dan kebijakan.
"Beberapa waktu lalu memang sedikit ada masukan dari masyarakat berupa pertanyaan, apakah pernyataan pengurus Gerindra otomatis menjadi pernyataan resmi partai," ujarnya.
Ia mencontohkan, masyarakat mempertanyakan pernyataan Arief Pouyono yang terkadang mengeluarkan pendapat tidak sesuai dengan sikap resmi partai.
Ditambahkan, para anggota Fraksi Partai Gerindra di legislatif tetap diminta aktif menyampaikan pendapatnya di komisi masing masing terkait isu isu yang ada.
(mal/mam)